Batanghari - Kalau kita mengunjungi Desa Pulau Kecamatan Muara Tembesi, tepatnya di Dusun Hulu, kita akan melihat sebuah rumah tua, dan diduga merupakan rumah paling tua dan berumur sekitar 100 tahun lebih. Desa Pulau sendiri merupakan desa hasil dari pemekaran Desa Rambutan Masam, yang dulunya merupakan dusun II Desa Rambutan Masam yang letaknya di seberang Sungai Batang Hari. Rumah yang terdiri dari 16 tiang utama berbahan kayu Bulian ini, sampai sekarang masih berdiri kokoh serta unik di desa yang banyak menghasilkan buah sawo ini.

Rumah tua ini terdiri dari dua kamar, satu ruang tengah, ruang depan dan dapur serta memakai genteng tanah liat kuning ini, dibangun oleh Datuk Latief (Alm), dan sekarang ditempati oleh cucunya Ayuk Nusri (52). Nusri sendiri beserta anak-anak dan cucunya, masih tinggal di rumah tersebut.

" Ya, rumah ini dibangun oleh kakek saya Datuk Latief. Rumah ini merupakan rumah tertua di Desa Pulau ini." kata Nusri kepada Halojambinews, Selasa (11/08/2020).

Nusri menceritakan bahwa dulu rumah milik kakaknya ini, ketika dibangun mendatangkan tenaga-tenaga tukang dari Palembang.

" Semua tukangnya berasal dari Palembang. Kayu serta tiang rumah, ada yang berbahan dari kayu Bulian serta bahan kayu lainnya." terangnya lagi.

Karena rumah yang merupakan warisan dari kakeknya ini masih dipertahankan keasliannya, banyak didatangi orang untuk sekedar mengabadikannya ke dalam foto.

" Banyak yang datang berfoto di sini. Mereka bilang, rumahnya indah, unik dan menjadi sejarah." papar Nusri.

Memang, rumah tua yang menampilkan gaya tempo dulu ini, mempunyai pesona yang luar biasa. Apalagi yang menempatinya, tidak akan merubah bentuk asli rumah ini sebagai bentuk pembelajaran bagi masyarakat sekarang khususnya anak-anak sekolah tentang menghargai sejarah. (Fri)