Muarojambi - Wacana pelebaran jalan dan pembuatan jalur dua jalan lintaas timur jambi pekan baru dari gapura jembatan Auduri hingga Desa Bukit Baling Sengeti, yang di wacanakan pemerintah kabupaten Muarojambi bersama pemerintah pusat terancam gagal, pasalnya dari penelusuran wartawan Halojambi News, di setiap desa di wilayah tersebut rata-rata mendukung pelebaran jalan ini, akan tetapi menolak pembangunan pelebaran jalan sengeti bila bangunan yang terkena pelebaran tidak diganti.
Salah seorang warga Desa Penyengat Olak Raden yanto mengatakan, dalam pelebaran jalan ini, yang di untungkan itu siapa..? Masyarakatkah, atau pemilik mobil tronton hususnya milik pelaku bisnis, masyarakat kira kira dapat apa..?
"saya merasa ini perlu dikaji ulang terkait proyek ini, tolong kepada pemerintah untuk pelebaran jalan ini dikaji ulang lagi",ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh salah seorang warga lainnya Gani(66) mengatakan, dirinya mendukung program pemerintah ini, tapi memohon kepada pemerintah tolong fikirkan nasib masyarakat.
"Kami butuh kepastian berapa meter pelebaraan ini. Yang harus kami hibah," ujarnya.
"tolong kalau bisa harus ada ganti rugi, karena banyak bangunan masyarakat yang mepet dengan bahu jalan ini",sampai gani.
Lebih lanjut ucapan yang sama disampaikan oleh warga Desa Sekernan Popi mengatakan, warga mendukung pelebaran jalan ini, tapi rata-rata warga disini meminta ganti rugi, walaupun cuma sekedarnya, umumnya masyarakat disini minta ganti rugi bangunan yang terkena pelebaran jika tidak ada ganti rugi pasti ada warga yang menolak.
"di Desa Sekernan ini, warga rato rato minta ganti rugi tula bang, kalau dak do ganti rugi, malah warga menolah pelebaran jalan ko,"ungkapnya.(dir)