Jenazah Penderita Covid -19 di Tanjabbar Diduga Dimakamkan Tidak Menghadap Kiblat
KUALATUNGKAL,Halo Jambi.id-Adanya dugaan jenazah warga masyarakat di Tanjungjabung Barat yang meninggal akibat terpapar Covid 19 telah dimakamkan tidak sesuai dengan arah kiblat, sebagaimana di lokasi pemakaman yang dipersiapkan oleh pihak pemerintah setempat.
Sehingga menimbulkan keresahan dari pihak keluarga yang mengetahui hal ini setelah datang berziarah ke makam tersebut. Guna memastikan hal ini bersama pihak DPRD Tanjungjabung Barat, Tim Satgas Penanganan Covid 19 Tanjungjabung Barat dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait dengan menyertakan pihak MUI, Kementerian Agama serta alim ulama.
Anggota DPRD Tanjungjabung Barat H Abdulrahman yang dikonfirmasi Halo Jambi.id Selasa (3/11) membenarkan hal tersebut dengan mengatakan dari pihaknya telah melakukan rapat dengar pendapat ( hearing) dengan berbagai pihak maupun para keluarga almarhum yang dikebumikan dengan prosedur penanganan Covid-19 mendengarkan pengaduan mereka yang disampai melalui salah satu Ormas yang di daerah ini dengan membuat laporan keberatan terhadap arah makam yang tidak menghadap kiblat.
"Iya, menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, kami melalui rapat dengar pendapat yang kita laksanakan kemarin telah dibahas bersama dan disepakati melakukan peninjauan ke lokasi guna memastikan kebenaran dugaan pihak keluarga dan dalam hal ini juga bersama pihak Pemerintah Daerah kita akan didampingi pihak MUI, Kementerian Agama Tanjungjabung Barat serta OPD terkait dan berbagai pihak lainnya kita jadwalkan hari Kamis (5/11) ini kita turun ke lokasi makam dimaksud," ujar H Abdulrahman.
Menindaklanjuti hal tersebut dikatakan H Abdurrahman dari fakta yang ditemukan nantinya di lokasi jika benar arah posisi pemakaman almarhum penderita Covid tersebut ternyata tidak memenuhi standar pemakaman umat Islam umumnya pihak Pemerintah Daerah bersama DPRD akan memfasilitasi untuk dilakukan perubahan sesuai arah kiblat." Namun kita akan meninjau ke lokasi guna mengecek fakta yang sesungguhnya tentu ini ada tindaklanjutnya dalam menghadapi permasalahan ini," ujarnya.
Ketua LSM Rajawali Tanjungjabung Barat Sudirman yang mendampingi anggota keluarga almarhum yang dimakamkan sesuai prosedur penanggulan Covid 19 untuk melapor ke pihak DPRD Tanjungjabung Barat, kepada Halo Jambi.id Selasa (3/11) mengatakan bahwa pihaknya mengetahui terjadinya permasalahan adanya jenazah penderita Covid 19 yang dimakamkan tanpa mengikuti arah kiblat sebagaimana makam umat Muslim umumnya, dari laporan yang disampaikan pihak keluarga.
"Kami selaku Ormas prihatin atas kondisi ini sehingga kami mengantar pihak keluarga pasien Covid 19 yang wafat karena terpapar virus tersebut untuk menyampaikan hal tersebut kepada pihak DPRD dan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti hal ini, sebagaimana beberapa waktu lalu terdapat salah satu anggota keluarga almarhum yang wafat karena terpapar Covid mengungkapkan kepada kami atas keraguannya posisi makam tidak menghadap kiblat, sehingga meminta perhatian pemerintah daerah memberikan perhatiannya dengan harapan agar posisi makam ditempatkan ke arah kiblat sebagaimana seharusnya," ungkap Sudirman.
Menurut Sudirman sesuai laporan yang disampaikan pihak keluarga almarhum-almarhumah yang wafat akibat terpapar virus Corona sehinggalah permasalahan mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti dengan bakal dilakukan pengecekan ke lokasi makan yang terletak di Desa Lubuk Terentang, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjungjabung Barat.
" Jadi dugaan anggota keluarga bahwa posisi jenazah yang dimakamkan tidak menghadap kiblat akan dibuktikan nanti benar tidaknya melalui pengecekan di lokasi makam oleh pihak yang berkompeten menentukan ketepatan arah kiblat yaitu Alim Ulama, pihak MUI dan Kementerian Agama, karena pihak keluarga punya keyakinan pengukuran mereka seharusnya posisi makam searah di mana mata hari terbit, sehingga hal ini menjadi keraguan pihak keluarga menyaksikan posisi makam setelah melakukan ziarah ke makam,"sebutnya.
Juru Bicara Tim Satgas Penanganan Covid-19 Tanjungjabung Barat H Taharudin yang dikonfirmasi Halo Jambi.id di Kualatungkal Selasa (3/11) mengatakan pada prinsipnya dari Tim Satgas Penanganan Covid-19 Tanjungjabung Barat bersama tokoh-tokoh masyarakat, Alim Ulama (MUI) ,FKUB siap melakukan peninjauan ke lapangan.
"Namun jika hasil peninjauan di lokasi hasilnya bagaimana perlu dilakukan pembongkaran makam atau tidak bagaimana nantinya, karena itu perlu kajian ulang dan dipikirkan secara mendalam mengenai manfaat dan mudaratnya, apakah saat dilakukan pembongkaran guna merubah posisi makam tidak malah menimbulkan masalah besar misalnya jika nantinya terdapat kajian medis menyebutkan virusnya menjadi lebih reaktif, soal dibongkar atau tidaknya ditentukan hasilnya di lapangan dengan banyak pertimbangan apakah dampak negatifnya lebih besar dari faedahnya itu perlu semua dikaji setelahnya," tutur Jubir Satgas Penanganan Covid-19Tanjungjabung Barat, mengakhiri keterangannya.(ifa)