Warga Tanjabbar Berduka Abah Dullah Telah Pergi Menghadap Ilahi
KUALATUNGKAL,Halojambi.id-Langit Kota Kualatungkal sejak subuh Sabtu (26/12) dibayangi awan gelap hujanpun turun hingga pagi harinya, suasana mendung dan berhujan tersebut seolah memberikan isyarat kesedihan dan warna duka.
Ternyata kode alam itu terjawab dengan beredarnya kabar bahwa ulama kharismatik yang selama ini menjadi panutan masyarakat di Tanjungjabung Barat telah pergi menghadap Ilahi tepat pada waktu subuh yaitu sekitar pukul 04.00 Wib.
Ucapan “Innalilahi wa Inna ilaihi Roji'un" bersambung dari lisan banyak orang di wilayah ini atas berpulangnya ke Rahmatullah , KH Abdullah bin KH Abdul Wahab, almarhum dikenal luas sebagai tokoh pendidikan Islam di daerah.
Informasi telah wafatnya lelaki berusia 82 tahun kelahiran Kota Makkah, Arab Saudi ini disampaikan langsung oleh putra almarhum M Natsir melalui akun Facebooknya yang menyebutkan telah wafatnya ayahandanya tercinta dan meminta jika terdapat terdapat kesalahan almarhum mohon dimaafkan.
Atas informasi yang telah cepat beredar ke seluruh kalangan masyarakat, hingga media sosial ucapan berlangsungkawa mengalir deras dari berbagai pihak dan kalangan masyarakat di Tanjungjabung Barat.
Rumah almarhum yang berdekatan dengan masjid Agung Al Istiqomah Kualatungkal sejak pagi telah ramai didatangi para pelayat guna bertaqziah dan menyampaikan rasa berlangsungkawa dengan telahmeninggalnya orangtua kandung dari calon wakil bupati Tanjungjabung M Amin ( pada Pilkada lalu) tersebut.
Sebelum waktu dhuhur persiapan prosesi pemakaman berlangsung dimana kemudian jenazah almarhum akan disholatkan di Masjid Agung Al-Istiqomah.
Ribuan masyarakat muslim di Kualatungkal memadati ruang dalam maupun luar masjid guna memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum, maupun juga untuk turut serta melaksanakan sholat jenazah.
Prosesi sholat jenazah dan pemakaman Tuan Guru KH. Abdullah Bin Syekh Abdul Wahab bin Syekh Ismail Negara (82) di Masjid Agung Al Istiqomah Kualatungkal, dihadiri para alim ulama sepuh, KH Hasan Basri, KH M Said Ismail, ratusan murid dan sanak keluarga. Putra bungsu Almarhum M Natsir atas nama keluarga menyampaikan kepada seluruh warga masyarakat menghadiri prosesi sholat jenazah.
"Jika ada kesalahan dari almarhum abah kami Abah Dulah, saya mewakili pihak keluarga sebagai ahli waris mohon maaf, jika ada sikap, perbuatan dan candaan abah kami yang dirasa menyinggung karena abah kami selama bergaul memang kadang suka bercanda," ucap M Natsir di hadapan jenazah ayahnya.
Usai jenazah almarhum disholatkan, selanjutnya jenazah diantar ke lokasi pemakaman H. Baharuddin, di Jalan KH Daud Arif yang berada tidak jauh dari Masjid Agung Al-Istiqomah.(ifa)