Penulis : Musdalifah Rachim
Aktivitas sosialnya yang padat membuat wanita ibu tiga orang anak ini terhubung dengan banyak pihak dalam keseharian hidupnya. Walau dalam masa pandemi virus Corona saat ini tidak membuatnya mengurangi aksi sosialnya di masyarakat.
Mbak Ully sapaan akrabnya di kalangan orang-orang yang mengenalnya di wilayah Kualatungkal, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi adalah perempuan energik yang bagai "memiliki" seribu tangan jika harus membantu kaum papa di daerahnya
Perempuan yang juga aktif sebagai guru taman kanak-kanak ini selalu terlibat dalam "kesusahan" orang dan membuatnya "mondar-mandir ke Dinas Sosial se tempat karena harus berkoordinasi dengan pihak Dinsos dan rumah sakit serta pihak-pihak terkait lainnya, sebab selalu ada warga miskin terlantar yang harus dia bantu dan difasilitasi untuk terhubung pada pelayanan sosial pemerintah, secuil kisah tentang mbak Ully terkemukakan disini dan hari-hari ini mbak Ully sedang "sakit" terpapar virus Corona, entah dari siapa sumber penularannya. namun mbak Ully kini harus menjalani isolasi.
"Sebelum saya sakit saya selalu menjaga protokol kesehatan, paling hati-hati menjalan Prokes, saya orang yang paling jarang melepas masker," ujar Mbak Ully diawal bincang-bincang lewat dengannya.
Beberapa hari lalu,tersiar kabar di kota kecil Kualatungkal, kota tepian air yaitu wilayah ini berada di atas permukaan laut perairan pantai timur Provinsi Jambi, bahwa mbak Ully terkonfirmasi Covid-19 setelah kembali dari Kota Jambi terkait aktivitas sosialnya, mengantar orang terlantar berobat di rumah sakit provinsi.
Mbak Ully segera dikonfirmasi via telepon oleh Halojambi.id, informasi kabar tentang dirinya terpapar Covid-19 dibenarkan mbak Ully dan mengaku tengah menjalani isolasi pada fasilitas pemerintah.
"Saya hari ini sudah terhitung hsmpt setengah bulan atau 15 hari menjalani isolasi sebelumnya seminggu di rumah, saya dinyatakan positif secara swab, saya minta dijemput petugas, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tanjungjabung Barat, di rumah saya merasa aman bagi keluarga, saya tidak sendiri, saya masih berinteraksi dengan keluarga, saya takut keluarga mengalami seperti saya, mudahan-mudahan keluarga negatif." ungkap Mbak Ully masih melalui sambungan telepon seluler.
Imunitas tubuhnya menurun menurut Mbak Ully saat di tengah aktivitas yang banyak membutuhkan energi yang besar melaksanakan kegiatannya baik sosial serta urusan bisnis membuat dirinya penat dan letih.
"Saya selalu mengingatkan anak-anak untuk selalu pakai masker, ternyata ketika saya capai dan lelah, kondisi tubuh saya melemah, imunitas menurun, itulah diserang sama virus yang kasat mata tersebut,"ucap Mbak Ully.
Mbak Ully mengaku selama karantina tidak merasakan seperti "terkucilkan" karena banyak teman "senasib" justru merasakan kebersamaan dan kekeluargaan diantara para penderita Covid.
"Kita disini ada ritual Prokes setiap hari dua kali pagi dan sore ada jadwal peregangan dan dua hari sekali itu ada cek tensi dan berat badan." sebutnya.
Teman-teman mbak Ully yang mengetahui mbak Ully terpapar virus Corona banyak yang mendoakannya diantaranya, Ibu Novita 'Semoga Allah berikan kesembuhan kepada Bunda Uli sabar ya Bunda uli. Teman Mbak Ully lainnya Ibu Yani juga memberikan dukungan dan suport agar mbak Ully cepat sembuh.(ifa)