KUALATUNGKAL,Halojambi.id-Perempuan merupakan makhluk sosial yang membutuhkan ruang untuk mengenalkan identitas dirinya di lingkup keberadaannya selaku anggota masyarakat. Perempuan mengukir citra baik dirinya bukan tanpa melalui proses, sehingga perempuan kuat dan hebat setelah melalui proses pendewasaan diri yang diperoleh bukan tanpa usaha dan kerja keras.

Namun menjadi prestasi bagi perempuan untuk melalui tantangan hidup yang tidak mudah jika kemudian dia mampu mengubah diri dan bersemangat dalam perannya untuk menjadi perempuan yang kuat dan hebat disertai tiga kecerdasan yang harus ada dalam diri perempuan yaitu kecerdasan emosional, inteleqtual dan spritual ini terungkap dari apa yang disampaikan para Nara Sumber pada kegiatan Workshop yang digelar oleh Komunitas Peduli Perempuan (KPP) Tanjungjabung Barat Rabu (10/3) di Kualatungkal dalam rangka launching organisasi ini.

Sebelum acara yang menandai launching KPP Tanjungjabung Barat dilangsungkan, pihak panitia pelaksana kegiatan ini sengaja menggandengkan acara pencanangan tersebut dengan kegiatan workshop yang menghadirkan tiga Nara Sumber guna menyampaikan pemaparan materi yang bertema " Perempuan Kuat, Perempuan Hebat" .

Hadir Nara Sumber pertama Siti Nopita dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tanjungjabung Barat yang juga menggagas lahirnya KPP, dalam materi yang disampaikannya mengulas tentang bagaimana seorang perempuan memposisikan diri, dari kecerdasan dan kelemahlembutan yang dimilikinya perempuan diharapkan mampu memberikan peran terbaiknya dalam masyarakat, guna perempuan tersebut memperlihatkan eksistensi dirinya dengan kekuatan hati dan pikirannya berbuat hal positif yang membuat perempuan nyaman berperan serta dalam kehidupan bermasyarakat.

"Setinggi apapun pendidikan seorang perempuan jika tidak disertai dengan Emotional and Spritual Quotient ( ESQ ) maka akan menjadi sia-sia. Jadi seorang perempuan itu selain berpendikan tinggi yang memiliki kecerdasan intelektual tetapi juga memiliki kecerdasan emosional ( EQ) dan kecerdasan spiritual SQ."ungkap Siti Nopita.

Namun betapa hebat dan kuatnya seorang perempuan yang berilmu dan mandiri serta beriman namun jika perempuan tersebut tanpa dibekali dengan akhlak yang baik .

Menurut Nara Sumber berikutnya Hj. Romy menilai hebat dan kuatnya perempuan menjadi tidak selaras dengan kepribadian yang seharusnya dimiliki jika tidak berakhlakul kharimah. Hj. Romy mengutip firman Allah SWT dalam surat Al-Ahzab ayat 21 bahwa .

"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi seorang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatangan ) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah." Suri tauladan kita Rasulullah, sehebat apa generasi muda jika tidak punya akhlak bagaimana menjadi hebat dan kuat yaitu dengan memiliki sopan santun yang dikedepankan memunculkan kemuliaan diri begitu juga halnya terhadap diri seorang perempuan bisa kuat dan bisa hebat," tutur Hj. Romy.

Kondisi dan situasi hehidupan perempuan memiliki banyak "corak dan warna" serta terdapat perempuan yang hidupnya bercahaya "terang ada pula yang kelam" sehingga perempuan butuh berbagi terhadap sesamanya agar menginformasikan kepada yang lainnya tentang problem hidupnya guna mendapat solusi terbaik, seperti halnya yang disampaikan pembicara ketiga dalam workshop tersebut Novil Cut Nizar S.Psi.I, M.Psi,

"Perempuan hebat, perempuan kuat ini defenisinya luar biasa sekali, tetapi saya mendefinisikan bahwa perempuan hebat dan kuat adalah ketika dia bisa sharing dan caring kepada orang lain," ujar Novil. Menurut Novil seorang perempuan harus cerdas menyikapi berbagai kondisi yang dihadapi oleh kaumnya, terutama masalah kekerasan dalam rumah tangga yang dihadapi perempuan di lingkup terdekatnya," Sharing mengenai informasi dan terutama masalah dirinya karena banyak sekali diluar sana perempuan-perempuan mengalami kekerasan tetapi gak berani mengungkapkan masalahnya padahal merka butuh untuk didengarkan. Hal ini yang kemudian akan menyebabkan stress dalam hidupnya," kata perempuan muda ini.

Selain itu seorang perempuan yang kuat dan hebat dikatakan Novil hendaknya mampu untuk berbuat peduli terhadap orang lain." Caring ketika dia mampu untuk peduli mengenai masalah orang lain dengan cara  mendengarkan teman atau lingkungannya ketika ada masalah," ucap Praktisi Psikologi ini. Ketua KPP Misnawati dikonfirmasi Halojambi.id usai kegiatan berlangsung mengatakan dengan telah hadirnya KKP Tanjungjabung Barat diharapkan perempuan di daerah ini mampu menjadikan dirinya selaku "perempuan" memiliki energi untuk berbagi dan menjadi agen perubahan.

"Dengan telah dilaunchingnya Komunitas Peduli Perempuan ini semoga membawa perubahan bagi perempuan menjadi mandiri mampu bersinergi, berbagi ilmu, pengalaman, peduli kepada sesama kita dilahir kan oleh perempuan , wujud dari kepedulian kita haruslah kita peduli dari hal sekecil apa pun." sebut Misnawati.

Menambahkan keterangan Ketua KPP, Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Ridho Anggini mengemukakan dirinya berbahagia acara berjalan baik dengan dihadiri oleh 50 orang tamu undangan yang hadir.

"Di sini saya sebagai ketua panitia launching Komunitas Peduli Perempuan sangat senang dikarenakan acaranya berjalan dengan lancar, meski ada sedikit kekurangan dari segi tempat duduk namun peserta yang mengikuti kegiatan telah memberikan berpartisipasi aktif dengan tetap mengikuti kegiatan ini hingga berakhir," ujar Ketua Panitia Pelaksana Ridho Anggini.

Menutup rangkaian kegiatan siang itu Panitia Pelaksana menghadirkan acara pemotongan kue yang menandai pencanangan organisasi yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Tanjungjabung Barat, Pembina KPP Siti Nopita terlihat memotong kue tar yang cantik lalu menyerahkan potongan kuenya kepada Pemerhati Perempuan Tanjungjabung Barat Hj. Romy yang juga tampil selaku pembicara dalam workshop yang berlangsung tersebut. (ifa)