JAMBI - Aksi unjuk rasa siswa SMAN 4 Kota Jambi terkait pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan uang OSIS beberapa waktu lalu, saat ini sedang ditindak lanjuti. Mantan Kepsek yang dinilai tidak transparan dalam pengelolaan keuangan tersebut, saat ini tidak lagi bertugas di Kota Jambi.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Agus Herianto mengatakan, aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu itu meminta transparansi pengelolaan keuangan dari dana BOS dan OSIS. Pihaknya sudah menindak lanjuti persoalan dan tuntutan tersebut. Dalam waktu dekat, mantan Kepsek SMAN 4 tersebut akan dipanggil secara resmi.
Agus menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Inspektorat Provinsi Jambi untuk melakukan pemeriksaan. Karena menurutnya, beberapa waktu lalu hanya berbicara secara lisan dengan mantan Kepsek tersebut. Namun, pemeriksa akan yang diakui menurutnya adalah yang dilakukan oleh pihak Inspektorat.
"Kita akan berkoordinasi dengan Inspektorat untuk melakukan pembinaan kepada yang bersangkutan," ujarnya.
Dia mengakui, pengelolaan dana BOS di sekolah memang masih lemah. Karena bendaharawan sekolah tidak mendapatkan pelatihan seperti ASN lainnya yang bisa mengikuti diklat kebendaharawanan. Bahkan ada kepala sekolah yang merangkap menjadi bendaharawan lantaran tidak ada guru PNS di sekolah tersebut. "Makanya ini akan kita benahi, pelan-pelan dan bertahap," katanya, saat dikonfirmasi usai penyambutan Gubernur Jambi. Sabtu (16/2/2019) kemarin.
Sementara, mantan Kepsek SMAN 4 tersebut sekarang telah dipindah tugaskan ke SMAN 9 Muaro Jambi, namun bukan sebagai kepala sekolah. Pemindahan ini diakuinya atas penilaian kinerja selama beberapa waktu terakhir.
"Sebentar lagi juga akan ada penilaian kinerja. Sekarang di SMAN 4 itu dipimpin oleh Plt Kepala Sekolah. Sebentar lagi akan kita isi dengan kepala sekolah definitif. Ada empat lagi SMA di Kota Jambi yang Kepseknya masih Plt, SMAN 12, SMAN 13, SMAN 2, dan SMAN 6,"beber Agus.
Tahun ini, jabatan kepala sekolah yang masih Plt tersebut akan didefinitifkan. Menurutnya kepala sekolah nanti akan sepenuhnya berperan sebagai manajer di sekolah. Tidak akan ada lagi tugas mengajar kepala sekolah.
"Sekarang ini kan Kepsek itu adalah tugas tambahan dan masih ada tugas mengajar. Mulai tahun ini akan dimaksimalkan untuk menjadi manajer sekolah, tidak mengajar lagi," tandasnya. (uya)