Kasi Intelijen: Kita Tidak Dilibatkan

KUALATUNGKAL - Peningkatan struktur Jalan Patunas, Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan nilai kontrak Rp.6.736.300.000,- sumber dana APBD-Perubahan tahun anggaran 2018 dinilai sebagai proyek gagal. Maka dari itu peran Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat dipertanyakan.

Pekerjaan  Kontruksi jalan rigit beton yang di kerjakan rekanan PT. Pili and tris sunas selaku pelaksana kegiatan yang boleh dibilang seumur jagung itu sudah mulai mengalami kerusakan seperti adanya keretakan atau banyaknya batu yang sudah bertimbulan tidak seperri jalan jalan yang sudah di kerjakan pada tahun sebelumnya. 

Ketua LSM LMRI Tanjab Barat Syahril mengatakan, jika peningkatan struktur jalan patunas adalah proyek asal jadi. Ia menyebutkan, hasil pekerjaan peningkatan jalan patunas dari awal pekerjaan, sudah terjadi penyimpangan teknis kerja dan hasil pekerjaan yang terjadi pelanggaran dari komposisi material rigit beton. Terkait dengan realisasi anggaran kita mempertanyakan keberadaan TP4D yang waktu realisasi anggaran sekitar desember akhir diawal januari 2019.

" Yang kita tanya kehadiran TP4D disana untuk realisasi anggaran atau termen sebesar 97 persen. Sementara kondisi jalan sudah mengalami kerusakan," ungkap Syahril.

Seharusnya sebut Syahril, TP4D merekomendasikan jalan tersebut tidak layak ditermenkan. " Kita sebut produk gagal. Kita pertanyakan peran TP4D disini selaku lembaga yang dipercaya untuk melakukan penegakan hukum," pinta Syahril.

Terpisah Kasi Intelijen Kejari Tanjung Jabung Barat Ahmad Zulkarnain selaku ketua TP4D Kejari Tanjung Jabung Barat ketika dikonfirmasi sejauh mana pengawasan yang dilakukan terhadap peningkatan struktur jalan patunas mengatakan, Dinas terkait tidak melibatkan Kejaksaan dalam hal pengawasan.

" Kita tidak pernah menerima pemberitahuan dari dinas terkait sehubungan pembangunan jalan patunas," bebet Kasi Intelijen singkat.

Sementara itu Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanjab Barat Arif Sambudi belum bisa dimintai keterangan. Ketika ditelpon Arif mengatakan sedang memdampingi BPK ke tungkal ulu. (Ags)