TUNGKAL ILIR, Halojambi.id-Bupati Tanjungjabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag beserta istri Hj. Fadillah Sadat menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443H / 2021M sekaligus peringatan Hari Santri Nasional tahun 2021 bertempat di Masjid Syekh Utsman Tungkal, Desa Tungkal 1 Kecamatan Tungkal Ilir, Sabtu (23/10).

Turut hadir pada acara tersebut, Ketua DPRD, Unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten, kepala OPD/ Instansi dilingkungan pemerintah kabupaten tanjung jabung barat, ketua/pengurus MUI, Alim ulama, Tokoh masyarakat, beserta tamu undangan lainnya.

Acara diawali dengan pembacaan ulumul Qur'an oleh KH. Hasan Basri dan pembacaan ayat suci al-quran oleh qori terbaik 1 MTQ tingkat Provinsi Jambi.

Mengawali sambutannya Bupati Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag menyampaikan bahwa saat ini merupakan salah satu bulan yang sangat agung dan mulia dalam kalender hijriah, yaitu bulan rabiul awwal, bulan dimana baginda nabi besar muhammad SAW dilahirkan ke muka bumi, sosok manusia paling mulia yang dilengkapi dengan kesempurnaan jiwa, akhlak dan akal, yang dengan kesempurnaan tersebut dimaksudkan agar beliau menjadi panutan dan teladan terbaik bagi seluruh umat manusia.

Menurut Bupati bahwa pada bulan Rabiul Awal ini, sebagian besar umat Islam secara rutin setiap tahunnya menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk kembali mengingat kelahiran Baginda Rasulullah SAW sekaligus mengambil pelajaran berharga dari sejarah hidup beliau.

Bupati berharap, kegiatan ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SAW serta meneladani akhlak dan cinta kepada Rasulullah SAW.

"Selain peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari ini kita juga melaksanakan peringatan Hari santri nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah setiap tanggal 22 Oktober 2021 , tentunya kegiatan peringatan Hari santri nasional ini bertujuan untuk mengenang jasa dan peran ulama, Kiai dan kaum santri dalam merebut kemerdekaan melawan penjajah yang bertepatan dengan resolusi jihad dari Kiai H.Hasyim Asyari tanggal 22 Oktober."ungkap Bupati .

Selanjutnya Bupati mengatakan pada era seperti sekarang ini, para santri juga memiliki banyak kontribusi dalam masyarakat diantaranya adalah dalam membimbing praktik keagamaan di masyarakat hingga turut andil mengambil peran penting dalam lembaga pemerintahan.

Adanya peran dan andil dari santri maupun tokoh-tokoh besar itulah yang membuat Pemerintah menilai hari santri sangat penting untuk ditetapkan. "Melalui pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1443 H dan peringatan Hari santri nasional Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat 2021M, saya mengajak kepada kita semua khususnya yang hadir di tempat ini agar menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk meneladani ucapan dan tindakan Nabi Besar Muhammad SAW karena beliau telah memberikan tuntunan serta keteladanan dalam mewujudkan pribadi yang unggul dan kehidupan masyarakat yang beradab," ajaknya.

"Sekaligus momentum mengobarkan spirit santri dan pesantren dalam menghadapi perubahan zaman yang sangat cepat serta ajang untuk meningkatkan tali silaturahim dan memperkuat ikatan rasa persaudaraan kita sebagai umat beragama dalam suasana kebersamaan dan upaya untuk meningkatkan peran umat Islam menuju Islam yang rohmatan lil lamin ,Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam." tambah Bupati.

 "Kami juga berharap partisipasi dan dukungan masyarakat dalam rangka mensukseskan program kerja pemerintah baik yang bersifat pembangunan fisik maupun pembangunan karakter mental dan spiritual masyarakat Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan dan meridhoi segala usaha dan ikhtiar yang kita lakukan."tutur .

Bupati menutup keterangannya Acara berlanjut dengan penyampaian tausyiah yang disampaikan oleh KH. Anwar Ardabili, dengan tema Maulid Nabi Muhammad SAW mengupas berbagai hal tentang ketauladanan Rasulullah yang patut umat Islam pedomani dalam menjalankan kehidupan selaku umat Islam.

Dalam ceramahnya KH Anwar Ardabili, juga menyinggung soal peran besar para tokoh ulama masa lalu dalam memperjuangkan kemerdekaan RI dari belenggu penjajahan ( yang dikaitkan dengan peringatan hari Santri Nasional) dimana dikatakannya bahwa tidak sedikit pengorbanan para ulama dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah disebutkan bagaimana peran besar tokoh pesantren yaitu Kiai H.Hasyim Asyari dan para ulama lainnya beserta santri-santrinya yang turut berjuang hingga tanah air Indonesia bebas dari penjajahan bangsa lain.(ifa)