Kades Mendteng Akan Tempuh Jalur Hukum,Terkait Privasi Di Sebarluaskan Agen Bri Link

 

TANJABTIM-HALOJAMBI.ID Terkait Pemberitaan yang menyangkut privasi diri nya,kades mendahara tengah kecamatan mendahara ilir angkat bicara dan akan menempuh jalur hukum(2/11).

 

Diri nya menyayangkan tersebar luas nya privasi transfer bri link R yang di sebarluaskan ke publik,hal ini menjadi kegaduhan masyarakat,khusus nya warga mendteng.

 

Nurhidayah kades mendteng saat di hubungi via whatsapp,Saya secara phisikis merasa sangat tidak nyaman atas pemberitaan tersebut, karena apa yang mereka beritakan mencemarkan nama baik saya, privasi saya,jabatan saya dan beban moral saya di Masyarakat Desa Mendahara Tengah.

 

Saya harus menyikapi dan merespon serta menegaskan tentang permasalahan pemberitaan korban kebakaran dan pernyataan berinisial 'A'. Maka dengan ini saya menyatakan dan mengklarifikasi bahwa bantuan yang kami ajukan sesuai dengan apa yang telah disampaikan dan petunjuk arahan dari Dinas terkait. Bahkan saya sendiri yang langsung ke Dinas BPBD Kab. Tanjab Timur dan mengajukan terkait masalah bantuan susulan ini ungkap Nurhidayah, S.Pd.

 

Red "Saya juga merasa tertekan atas pemberitaan tersebut, saya rasa kami selaku pemerintah desa telah berupaya yang terbaik untuk warga kami Masyarakat Desa Mendahara Tengah"paparnya.

 

Terkait agen briLink bahwa perbuatannya telah menimbulkan fitnah dan kegaduhan di Masyarakat Desa Mendahara Tengah, inisial 'R' telah mengumbar dan menyebarluaskan Privasi saya tanpa seijin saya kepada oknum LSM dan orang banyak, yang mana inisial 'R' menyebarluaskan privasi saya berupa bukti transfer dana BRI dan Bank 9 Jambi yang tidak ada haknya.

 

Karena uang yang saya transfer untuk membayar hutang saya, bukan saya menggelapkan uang Bansos, karena aturan main yang ada, posko kebakaran telah dibentuk, maka seluruh bantuan donasi langsung diserah terimakan dan dicatat di Posko.

 

apabila yang bersangkutan tidak mengklarifikasi dan tidak meminta maaf maka dengan berat hati saya juga akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum, serta saya juga telah membuat surat komplain kepada pihak BRI (Bank Rakyat Indonesia) Pusat Jakarta maupun BRI Cabang Kuala Tungkal (BRI Muara Sabak dan Geragai), karena memang akibat kejadian ini menjadi citra buruk bagi BRI karna privasi nasabah tidak terjamin kerahasiaannya.

 

Nurhidayah menegaskan dana yang saya transfer adalah dana yang saya pinjam dari warga saya dan saya siap menghadirkan warga warga saya tersebut untuk di mintai keterangan,bahkan suami saya menjual tanah perkebunan juga ucap nya dengan nada kesal.(kms)