Oleh: Tirsa guslia Nugroho 

Di zaman modern ini banyak masyarakat yang menjalankan bisnis, baik bisnis online maupun offline. Salah satunya adalah home industry (industry rumahan). Apa itu home industry ? home industry merupakan suatu unit usaha yang tidak berbentuk badan hukum dan dilaksanakan oleh seseorang atau beberapa orang anggota rumah tangga yang mempunyai tenaga kerja sebanyak empat orang atau kurang, dengan kegiatan mengubah bahan dasar menjadi barang jadi atau setengah jadi atau dari yang kurang nilainya menjadi yang lebih tinggi nilainya dengan tujuan untuk dijual atau ditukar dengan barang lain dan satu orang anggota keluarga yang menanggung resikonya (Suratiyah,1991).

Ibu Sri Murti Handayani atau yang akrab disapa mak Yani (39 th), warga Cileungsi-Bogor, Jawa Barat. Beliau adalah ibu rumah tangga yang menjalankan home industry unik dan menarik dari kertas yang disebut dengan paper quilling. Apasih sebenarnya paper quilling ini? Banyak sekali yang belum tau apa itu paper quilling. Jadi, paper quilling adalah kerajinan yang terbuat dari kertas yang dibuat dengan cara menggulung kertas kemudian disusun sedemikian rupa hingga menghasilkan sebuah bentuk yang indah.

Mak Yani ini telah menjalankan bisnisnya sejak April 2017 yang awalnya hanya sekedar hobi. Namun seiring berjalannya waktu dan sering mengupload hasil karyanya kemedia social tak disangka banyak masyarakat yang tertarik dengan hasil karya mak Yani tersebut. Dalam pembuatan paper quilling ini dibutuhkan kesabaran dan keuletan serta ketrampilan khusus. Semua dilakukan mak Yani sendiri mulai dari, memotong kertas ukuran 1-1,5-2 mm secara manual hingga finishing. Namun, mak Yani terkadang masih membawa kertas lembran kepercetakan untuk di potong.

Mak Yani belajar quilling hanya melalui tutorial di youtube. “ Belajar basic dulu cara bikin daun atau bunga” ujarnya. Lama pengerjaan paper quilling ini tergantung pemesanannya, biasanya sekitar 3 hari sampai 2 minggu. Sangking banyaknya peminat kerajinan mak Yani, sampai ada pelanggan yang sabar menunggu antrian hingga 2 bulan lamanya. “ Alhamdulillah, semua sepertinya paham yang selalu saya bilang, sabar menunggu dan antri, atau kalau ada antrian aku sebutin, antrian ke 2 ya kak, atau 28 gimana ?” imbuhnya.

Saat tidak ada pesanan biasanya mak Yani mencoba membuat model lain. Hal tersebut merupakan salah satu strategi yang dilakukan mak Yani untuk menarik minat pelanggan agar tidak bosan. Untuk pemesanan bisa melalui facebook, wa atau chat seperti biasa. “ Kan PO jadi butuh waktu untuk ngerjainnya, tapi PO pun juga gak pakai DP kak, kalau sudah selesai, kasih kabar, transfer, kirim. Kadang kirim dulu baru transfer “ kata mak Yani. Untuk pengiriman ke luar kota atau provinsi packing yang digunakan mak Yani menggunakan packing dari kayu karna memang barang yang dikirimkan mudah pecah, dan dikirim melalui ekspedisi J&T.

Dalam bisnisnya ini mak Yani menjual beberapa kerajinan seperti:

1. Lukisan (paper painting)

2. Gelas dengan motif khusus quilling

3. Pot series

4. Dan masih banyak lagi yang lainnya

Harga yang ditawarkan pun berbed-beda tergantung tingkat kesulitan dan lamanya pengerjaan. Untuk saat ini harga termahal dari karya mak Yani yaitu paper painting yang berkisar antara Rp400.000 – 2,2 jt, dan yang paling murah yaitu pot series dengan harga Rp 25.000.

Selain menjalankan bisnis tersebut, mak Yani juga sering mendapatkan panggilan untuk mengajar di kelompok PKK, pengajian, dan kelompok belajar anak remaja mengenai paper quilling tersebut. Namun sejak pandemi ini mak Yani berhenti dulu untuk mengajar di beberapa kelompok tersebut karena memang kondisi dan situasi yang tidak mendukung. Jadi yang ingin belajar atau sharing-sharing mengenai paper quilling bisa melalui WA atau yang berada dekat dengan tempat tinggal mak Yani bisa langsung datang kerumahnya.

Untuk teman-teman yang berada di luar kota atau provinsi dan ingin melihat-lihat karya mak Yani, tanya-tanya seputar quilling atau memesan paper quilling mak Yani bisa langsung lihat atau pesan di facebooknya sri murti handayani.

 

*Mahasiswi Fakultas ekonomi dan bisnis Islam, Universitas Islam Negri Sultan Thaha Saifuddin Jambi