Batanghari - Calon Gubernur Jambi dari Partai PAN H.A.Bakri, tidak akan membagikan uang milyaran untuk setiap kabupaten maupun kecamatan apabila terpilih nantinya, tapi akan memperjuangkan bagaimana bisa naiknya harga karet dan sawit petani sehingga seluruh petani dapat meningkatkan taraf hidupnya.
Hal ini disampaikannya ketika memberikan sambutan dalam acara silaturahmi DPW PAN Provinsi Jambi dengan DPD PAN Batanghari, Senin (11/11/2019) di Rumah PAN Jalan Gajah Mada Muara Bulian.
" Kalau saya jadi gubernur nanti, saya tidak akan membagikan uang milyaran rupiah untuk kabupaten maupun kecamatan Se-Provinsi Jambi, tapi saya akan memperjuangkan nasib petani karet maupun sawit bagaimana harganya nanti tinggi dan dapat mendongkrak tingkat kehidupan seluruh petani. Ini salah satu program inti saya" kata Bakri.
Hal ini sangat beralasan bagi Bakri, karena selama sepuluh tahun menjadi wakil rakyat Jambi di DPR-RI, merasa sedih dan miris karena dalam kurun waktu tersebut, harga karet maupun sawit, tak pernah naik. Khusus karet, dirinya selalu menampung keluhan dari petani, baik Bungo, Tebo, Sarolangun, Batanghari, Muara Jambi maupun Tanjab, harga karet kisaran 5 sampai 6 ribu perkilo, tidak bisa meningkatkan taraf hidup.
" Sebenarnya, permasalahan harga ini kembali kepada kearifan pemimpin daerah, yaitu gubernur. Mau atau tidak mau, payung hukum untuk harga tersebut harus dibuat. Tidak ada yang tidak bisa. Kalau dibiarkan saja, maka petani akan miskin. Yang diuntungkan adalah pelaku yang membeli dari petani. Bayangkan saja, dibeli dari petani 5 ribu, sampai di pengusaha, dijual lagi menjadi 15 ribu." papar Bakri.
Jikalau harga sawit maupun karet sudah ditetapkan pemerintah sesuai dengan payung hukum yang ada, maka tidak ada lagi alasan pembeli untuk mendapatkan hasil petani yang dominan di Provinsi Jambi tersebut dengan harga murah, karena sudah menjadi ketetapan harga pemerintah.
" Para pembeli ke petani, tidak bisa lagi beralasan bahwa karet petani tersebut kualitasnya rendah, tidak bagus, dan alasan-alasan lainnya. Kalau harga karet mencapai 15 ribu perkilo, saya jamin, tingkat kehidupan para petani akan makmur" sambung Bakri lagi.
Oleh karena itulah, dalam pencalonan dirinya menuju Pilgub 2020 nanti, dalam tahap sosialisasi ke daerah-daerah, Bakri selalu menyampaikan salah satu program tersebut ke masyarakat petani karet dan sawit.
" Baik saya maupun tim, mensosialisasikan program tersebut ke masyarakat petani karet dan sawit. Untuk kader-kader PAN Batanghari, tolong sampaikan dan sosialisasikan juga program saya kepada seluruh petani karet dan sawit di Bumi Serentak Bak Regam ini. Saya tidak muluk-muluk. Saya akan jalankan program ini nantinya apabila menjadi gubernur nanti."
tandas Bakri, yang juga anggota DPR-RI dua kali berturut-turut ini. (Fri)