Debat Paslon Pilkada Tanjabbar Terapkan Protokol Kesehatan
KUALATUNGKAL,Halojambi.id-Proses dan tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepada Daerah Serentak untuk Wilayah Tanjungjabung Barat tengah berlangsung hingga hari H Pemungutan Suara 9 Desember mendatang.
Namun pihak KPU Tanjungjabung Barat untuk kegiatan Debat Pasangan Colon Bupati-Wakil Bupati Tanjungjabung Barat telah menjadwalkan bakal menggelar "pertarungan argumentasi politik" terhadap para calon kepala pada 26 November bulan ini, mengenai penerapan protokol kesehatan, KPU berkomitmen semua proses tahapan Pilkada tersebut secara ketat mengadopsi regulasi yang diberlakukan dalam rangka memutus mata rantai Covid-19.
Ketua KPU Tanjungjabung Barat Hairuddin kepada Halo Jambi Senin (16/11) mengemukakan bahwa pihaknya telah sejak awal dalam seluruh proses tahapan Pilkada menerapkan protokol kesehatan.
"KPU sesuai regulasinya yang diwajibkan menjalankan protokol kesehatan dalam semua tahapan yang kita laksanakan, termasuk nantinya pelaksanaan kegiatan debat kandidat yang boleh berada dalam lingkup acara tersebut personilnya telah ditentukan lebih kurang 25 orang selebihnya disarankan mengikuti tayang live di TVRI," ungkap Ketua KPU.
Menurut Hairuddin, kegiatan Debat Pasangan Calon yang digelar pihaknya akan menghadirkan para pasangan calon ( Paslon) kepala daerah yang berjumlah 3 pasangan tersebut untuk Wilayah Tanjungjabung Barat yaitu masing-masing adalah pasangan dari nomor 1 Mulyani Siregar-Muhammad Amin, pasangan nomor urut 2 Anwar Sadat- Hairan dan nomor urut 3 H. Muklis-Supardi.
"Semua pasangan calon kepada mereka juga diwajibkan melaksanakan protokol kesehatan selama berlangsung kegiatan debat, kita mengharapkan Paslon dapat mematuhi regulasi pelaksanaan tahapan Pilkada sebagaimana mestinya," ujar Hairuddin.
Sementara itu secara terpisah, Komisioner KPU Devisi Sosialiasi M.Ilyas mengungkapkan tentang pelaksanaan Debat Paslon yang bakal terlaksana dalam beberapa hari kedepan ini, dimana KPU Tanjungjabung Barat selaku penyelenggara Pilkada telah siap menerapkan protokol kesehatan disetiap sesi tahapan sesuai dengan regulasi KPU RI."Tugas kami sesuai juknisnya sudah sejalan dengan upaya pelaksanaan protokol kesehatan yang berlaku," ujarnya.
Dalam ruangan tempat berlangsungnya Debat Kandidat dikatakan Ilyas hanya dihadiri oleh personal tertentu secara terbatas." Pelaksanaan Debat Kandidat tidak dihadiri oleh ramai orang, hanya jumlah terbatas lebih kurang 25 orang yaitu dari Komisioner KPU 5 orang, Paslon 6 orang, pihak Bawaslu 2 orang, Tim Sukses 4, Tim Perumus Materi Debat 5 orang, " sebut Ilyas.
Menutup keterangan Ilyas mengatakan kenapa pihaknya sangat berkomitmen menggelar Pilkada 2020 ini dengan penerapan ketat protokol kesehatan, sebab KPU bertanggungjawab sebagai penyelenggara Pilkada agar seluruh tahapan hingga pemungutan suara 9 Desember sukses dilaksanakan tanpa memunculkan potensi persoalan penularan Covid 19." Kita tidak berharap Pilkada menjadi klaster baru penularan Covid-19, sehingga bagaimana upaya yang kita laksanakan adalah mengikuti protokol kesehatan secara baik guna memutus mata rantai penularan virus Corona," ucap Ilyas, menutup keterangannya.
Anggota Bawaslu Tanjungjabung Barat Monrezi yang dikonfirmasi Halojambi.id Selasa (17/11) mengemukakan terkait pengawasan yang dilakukan pihak dalam penyelenggaraan tahapan Pilkada adalah mencermati proses pelaksanaan kegiatan yang melibatkan banyak orang yang harus berinteraksi dalam satu ruangan tertentu, mewaspadai penularan Covud-19.
"Kami memperhatikan setiap detail tahapan yang berlangsung, sejauh manakah KPU menerapkan protokol kesehatan, baik secara tehnis maupun materi debat juga menjadi hal perlu dicermati terjadinya pelanggaran baik menyangkut Paslon itu sendiri apakah sudah tertib dalam menyampaikan argumentasi politiknya," ujar Monrezi.
Strategi pengawasan yang diterapkan pihaknya Monrezi mengatakan, Bawaslu hadir sebagai pihak Pengawas dalam berlangsungnya acara Debat Paslon nantinya pun untuk memastikan sejauh apa protokol kesehatan yang diterapkan KPU di lokasi debat, fasilitas kesehatan yang memenuhi protokol kesehatan seperti penyediaan sarana cuci tangan, masker, hand sanitizer dan lain sebagainya.
"Sehingga diharapkan di lokasi debat tertib protokol kesehatan jangan sampai memunculkan klaster debat, ini yang tidak kita inginkan, semua pihak mematuhi protokol kesehatan semoga acara debat berlangsung aman,tertib dan sehat." sebutnya menutup keterangan.(ifa)