Jambi - Rumah Sakit Theresia Jambi menolak seorang pasien balita yang terkonfirmasi reaktif Covid-19 tes swab antigen, pada Selasa (24/8/2021) kemarin. 

Kejadian tersebut berawal dari pasien Balita yang berinisial AZ (2,9 tahun) yang mengalami kejang-kejang dan demam dibawa oleh orangtuanya ke Rumah Sakit Theresia untuk dilakukan pengobatan, sesampai di Rumah sakit Balita tersebut mendapatkan pengobatan awal. 

Setelah itu, pihak rumah Sakit melakukan rapid tes antigen kepada Pasien Balita tersebut dan hasilnya reaktif atau positif Covid-19. 

Alhasil pasien balita tersebut langsung di tolak rumah sakit, dan pihak rumah sakit beralasan kamar untuk pasien Covid penuh. 

Pihak rumah sakit memberikan tagihan sebanyak Rp900 ribu, namun orang tua pasien balita kurang mampu sehingga tidak sanggup membayar tagihan rumah sakit sebesar itu. 

Orang tua pasien balita tersebut pulang dan datang ke kantor Lurah Budiman untuk meminta bantuan mencarikan solusi untuk pembayaran penagihan tersebut. 

Lurah Budiman, Suryadi tiba dan datang ke rumah sakit, akhirnya pihak rumah sakit menurunkan biaya penagihan jasa penanganan medis awal menjadi Rp250 ribu. 

Saat dikonfirmasi, Dr. Sriyani SpGK Selalu Kabid Pelayanan di Rumah Sakit Theresia membenarkan bahwa staf nya mengatakan kamar untuk pasien covid di RS Theresia penuh. Namun kenyataannya kamar khusus untuk di RS Theresia masih kosong. 

"Memang dipenjagaan sempat terdengar bahwa kamar untuk Pasien covid penuh. Untuk didepan (administrasi-Red) sepertinya memang ada seperti itu, hanya mungkin komunikasi yang disampaikan tidak lengkap kamar penuh ini," ujarnya. 

Untuk diketahui saat ini, pasien balita tersebut telah dipindahkan oleh tim Satgas Covid-19 Kota Jambi ke rumah Sakit Abdul Manap milik Pemerintah Kota Jambi untuk menjalani perawatan intensif. (*)