Home / Mata Jambi / Halo Barat / Meski di Guyur Hujan, Masyarakat Tetap Antusias Nonton Festival Batik Bungo

Meski di Guyur Hujan, Masyarakat Tetap Antusias Nonton Festival Batik Bungo

MUARA BUNGO, Halojambi.id – Dalam rangka Memperingati Hut Kabupaten Bungo ke-53, berbagai kegiatan telah dilaksanakan baik perlombaan, industri, UMKM, pameran pembangunan dan lain-lain.

Seperti malam ini diselenggarakan Festival Batik Bungo VI Tahun 2018, di lapangan Pusparagam Bungo (20 Oktober 2018.

Meskipun di guyur hujan namun, panitia dan masyarakat tetap antusias  menampilkan dan menyaksikan peserta Festival Batik Bungo.

Festival Batik Bungo ini direncanakan diselenggarakan selama 2 hari dimulai dari tanggal 20 Oktober sampai dengan besok malam tanggal 21 Oktober 2018.

Tidak mau ketinggalan Bupati Bungo H.Mashuri,Sekda Kabupaten Bungo Ridwan is, Ketua TP-PKK Bungo Hj. Verawati Mashuri, Ketua GOW Bungo, Hj.Nining wilasari Safrudin, serta Kepala OPD dan Unsur Forkopimda Kabupaten Bungo juga menonton festival batik tersebut.

Kepala Dinas Kop, UMKM Perindag Kabupaten Bungo Deddy Irawan.SE.MM mengatakan bahwa malam ini adalah pembukaan Festival Batik Bungo. “Ya malam ini kita mulai pembukaan Festival Batik ke VI tahun 2018, yang mana peserta batik ini di ikuti dari siswa SD, SMP, dan SMA” jelas Dedy.

Adapun tujuan diadakan Festival batik ini yaitu mengangkat batik dalam negeri terutama batik Bungo ke masyarakat umum baik ditingkat provinsi, Nasional maupun Internasional.

“Alhamdulillah batik kita sudah dikenal di ajang internasional, beberapa bulan yang lalu batik kita dapat juara di jepang yang di komandoi oleh vinto.” sambung Dedy.

“Saya berharap kepada semua UMKM di Kabupaten Bungo, teruslah giat membuat batik, kalau para UMKM ini kekurangan alat, silahkan buat proposal dan ajukan ke kami, kami siap menyediakan dan memberikan alat kepada pengrajin UMKM terutama di pengrajin Batik” katanya.

Sambungnya lagi, Insya Allah malam besok ditempat tersebut akan ada acara membuat kain batik sepanjang 200 meter, dan ini merupakan terpanjang dalam sejarah se Provinsi Jambi,  yang diadakan satu-satunya di Kabupaten Bungo.  “Jadi bagi masyarakat Bungo yang ingin lihat acara membuat batik datang saja besok ke sini lagi” kata Deddy irawan.

“Disamping itu lomba batik ini dari sisi desain dan motifnya bisa digunakan untuk fashion yang saat ini sangat trend sekali. Kemudian juga dalam upaya lebih menggiatkan lagi dalam batik ini sudah menjadi salah satu penggerak ekonomi bagi pengrajin batik di Kabupaten Bungo”pungkas Deddy Irawan.

Sementara itu Bupati Bungo, Mashuri mengapresiasi bagaimana peserta fashion show notabennya pelajar dalam menggunakan Batik khas Bungo tentunya dengan motif yang mereka pilih sendiri, hal itu kata Bupati Mashuri sangat berdampak kepada anak-anak bagaimana telah bangganya bisa menggunakan Batik Bungo.

“Ini sangat menggembirakan bagaimana anak-anak kita ini diperkenalkan dengan Batik khas Bungo, tentunya bukan berdampak positif pada mereka yang mempromosikan saja tapi juga pada penonton Festival Batik kali ini,” kata Mashuri. (Mus)

About Halo Jambi

Baca Juga

Lima Kali Mati Lampu dalam Sehari, Warga Mengeluh kepada PLN

SAROLANGUN, Halojambi.id –Pelayanan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sarolangun dalam beberapa hari ini dikeluhkan warga. …