Home / Mata Jambi / Terkendala Ekonomi Daim Sang Anak Yatim Putus Sekolah

Terkendala Ekonomi Daim Sang Anak Yatim Putus Sekolah

Jadi Kuli bongkar Moat Batu Bata Demi kebutuhan Sehari hari

Muarojambi, halojambi.id – Daim Maulana(16) warga Desa Tangkit Lama Kecamatan Seigelam Kabupaten Muarojambi terpaksa putus sekolah, padahal dirinya baru saja lulus SMP tahun ajaran 2018 ini. Ia tidak lagi melanjutkan pendidikan ketingkat selanjutnya (SMA) dikarenakan faktor ekonomi. Semenjak ditinggal ayahnya Daim menjadi Yatim, dan Harus menjadi tulang punggung keluarganya demi memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.

“Saya tidak sekolah lagi mas, karena tidak mampu,” ujar Daim saat diwawancarai wartwan Halojambi.

Dikatakannya, semenjak ayah meninggal dunia, bulan februari lalu, ia terpaksa menggantikan peran ayahnya untuk mencari nafkah sehari hari. Karena Daim masih memiliki sorang adik yang baru berumur 4 tahun dan seorang ibu yang menjadi tanggungan, ia terpaksa putus sekolah dan menjadi kuli bongkar moat batu bata.

“Saya pingin sekolah lagi tapi tidak mampu mas, dan juga kalau saya sekolah siapa yang mau nafkahi adik dan ibu saya,” katanya.

Diceritakan, dirinya melakoni sebagai bongkar muat batu bata ini sudah lama, karena sebelum ayahnya meninggal dunia, sempat mengalami sakit struk selama satu tahun. Demi memenuhi kebutuhan sehari hari, dirinya memutuskan berhenti sekolah, menjadi Buruh Bongkar Muat Batu Bata, dan menjadi tulang punggung keluarga.

“Sebelum bapak meninggal, saya dulu bekerja pulang sekolah aja, bantu-bantu ibu,” ujarnya.

Diakuinya dalam menjadi kuli bongkar muat batu bata ini dirinya digaji Rp. 55ribu per-trip, dalam satu hari, jika jarak tempuh pesanan dekat, paling banyak dalam sehari dapat membongkar muat sebanyak dua trip.

“iya mas sehari paling dapat satu trip, kalau jarak pesanan dekat dapatla dua trip,”ungkapnya

Dirinya berharap ada uluran tangan pemerintah untuk membantu dirinya, apa lagi disekitar lingkungannya Daim membeberkan ada teman sebeya dirinya yang putus sekolah dikarenakan faktor ekonomi.

“Di Rt saya ada dua orang mas yang putus sekolah, dan jadi kuli bongkar muat batu bata. Harapan saya kepingin sekolah lagi karena melihat kawan-kawan saya semuanya sekolah,” pungkasnya. (dir)

About Halo Jambi

Baca Juga

Kapolda Jambi Pantau Debit Air Sungai Batanghari

Jambi, halojambi.id –  Mengingat Kondisi saat ini masuk dalam musim penghujan, Kepala Kepolisian Daerah Jambi Irjen …