KUALA TUNGKAL, Halojjambi. Id-Memasuki hari keempat pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah di Kuala Tungkal ditandai dengan acara pembukaan Festival tahunan Arakan Sahur diselenggarakan oleh Pemkab Tanjung Jabung Barat melalui Instansi terkaitnya yaitu Dinas Pemuda,Olahraga dan Pariwisata Tanjung Jabung Barat selalu panitia penyelenggara kegiatan ini yang dilangsungkan Ahad 22 Februari dini hari.

Pantauan Halojambi.id di lokasi depan halaman Rumah Dinas Bupati Jalan Sriwijaya Kuala Tungkal, dimana para peserta Festival Arakan Sahur dilepas menuju rute yang ditentukan. Acara pelepasan di garis star tampak Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani dan Bupati Tanjung Jabung Barat H Anwar Sadart memegang bendera star yang didampingi pula Wakil Bupati Katamso Safe'i serta Kapolres Tanjung Jabung Barat serta anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah ( Forkopimda) Tanjung Jabung Barat lainnya.
Hal ini menandai dimulainya para peserta dan rombongannya bersama kendaraan Arakan Sahur yang digunakan masing-masing memperlihatkan atraksi dan kebolehan serta kelincahan menggunakan alat tetabuhan yang menghasilkan bunyi musik khas berupa gendang dan rebana atau alat musik tradisional lainnya. ( panitia tidak membenarkan peserta mengunakan alat musik modern) namun para peserta wajib menggunakan maket dan miniatur lainnya yang mencerminkan nilai-nilai ajaran Islam dan keindahan seni kaligrafi dan ornamen atau yang menghias kendaraan Arakan sahur menampilkan kreativitas seni yang memadukan unsur-unsur budaya relegi.

Sebelum acara pelepasan peserta menuju garis rute yang ditentukan Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani yang hadir malam itu mengenakan busana adat Melayu Jambi berwarna hijau tosca tampakan tampil di podium acara guna membacakan sambutan Gubernur Jambi. Mengemukakan bahwa acara Festival Arakan Sahur merupakan agenda rutin tahunan yang tidak hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Tradisi arakan sahur dinilai sebagai media dakwah kultural yang tumbuh dari kearifan lokal serta menjadi wadah kreativitas generasi muda dalam melestarikan nilai-nilai Islami yang diwariskan secara turun-temurun. Wakil Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan tradisi ini agar tetap tertib dan aman, serta tidak mengurangi kekhusyukan ibadah di Bulan Suci Ramadan. Usai Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menyampaikan kata sambutan lalu dilanjut Bupati Anwar Sadat menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Festival Arakan Sahur yang menjadi salah satu tradisi kebanggaan masyarakat Tanjung Jabung Barat.
“Kami mengapresiasi kreativitas para peserta yang semakin baik dan berkembang setiap tahunnya. Semoga kreasi dan inovasi generasi muda kita terus meningkat dalam melestarikan tradisi budaya kebanggaan daerah,” ungkapnya. Menurut Bupati, selain menjadi ajang silaturahmi, arakan sahur juga memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM. “Terima kasih kepada para pelaku UMKM yang telah menyuguhkan beragam kuliner khas daerah. Kegiatan ini menjadi pemantik ekonomi masyarakat, mulai dari pedagang kaki lima hingga industri rumahan,” ujarnya. Di akhir kegiatan, Bupati mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dan ketertiban selama festival berlangsung agar Kuala Tungkal tetap menjadi kota yang asri, nyaman, dan tertib sepanjang Ramadan. Festival Arakan Sahur 2026 pun diharapkan terus menjadi ruang ekspresi budaya dan spiritual yang memperkuat identitas serta kebersamaan masyarakat Tanjung Jabung Barat di bulan penuh berkah ini. Hal menarik untuk tahun ini dalam rangkaian kegiatan Arakan sahur tersebut tampilnya tujuh orang gadis penari mengenakan kain kebaya wana hitam berkain batik tradisional membawakan tarian daerah yaitu tarian Batangas-tangas.

Tarian adalah menginspirasi dari rangkaian ritual yang dijalankan calon pengganti perempuan di wilayah Tanjung Jabung Barat yaitu jauh-jauh hari sebelum hari hari H pernikahannya diharuskan oleh adat budaya setempat untuk mandi betangas yaitu mandi uap air yang merupakan hasil rebusan ramuan rempah-rempah wangi agar calon pengganti mengeluarkan aroma tubuh yang harum dan wangi. Dalam gerak tari yang ditampilkan para penari dengan gerakan lincah membawa tikar pandan dan kain batik sebagai bentuk simpolis perempuan betangas dikurung dalam tikar pandan yang di dalam terdapat wadah air panas ramuan rempah wangi. Para gadis penari dengan gerakan indah memperlihatkan gerakan-gerakan simbolik "betangas-tangas" dimana salah satu diantara gadis penari tersebut "dikurung" oleh rekan-rekannya di dalam gulungan tikar pandan dan ditutupi kain batik, dalam gerakan indah dan lincah gadis penari yang berada dalam gulungan tikar pandan tersebut keluar dengan gaya indah kembali melakukan gerakan tarian bergabung bersama enam rekan yang lain dan alunan lagu khas daerah ini mengiringi setiap gerak tari yang berlangsung.
Dua gadis penari yaitu Mira dan Firna usai membawa tarian Betangas-Tangas sempat diwawancara HaloJambi. Id keduanya menyatakan bangga mampu menampilkan karya seni tari tradisional dengan judul Tari Betangas-Tangas yang menjadi bagian dari rangkaian acara pembukaan Festival Arakan Sahur, "Kami berdua senang dan bangga bisa menari malam ini membawakan tarian tradisional Betangas-Tangas, " ujar Mura dan Firna bersamaan. Selain itu dalam barusan peserta Festival Arakan Sahur 2026 ini terlihat adanya dinamika baru yaitu turut berpartisipasi pula peserta dari komunitas Thionghoa Tanjung Jabung Barat dengan tarian Barongsai. Pantauan Halojambi. Id terhadap situasi keramaian malam Festival Arakan Sahur tersebut terlihat dari ramainya penonton di sepanjang jalan rute yang dilalui peserta, warga masyarakat tua dan muda berpagar betis berdiri sepanjang jalan menyaksikan dengan penuh antusias. Ririn (10) kelas V SD terlihat diantara warga dewasa yang menonton kegiatan ini, saat disapa Halojambi. Id Ririn nampak tersenyum malu-malu mengatakan bahwa dia sengaja bersama temannya untuk keluar rumah dengan izin orang tua untuk menonton acara ini, " Iya, saya dan teman saya sengaja datang dari rumah mau nonton acara Arakan Sahur karena acara ini hanya ada satu tahun sekali, " sebut Ririn. (ifa).