Bungo - Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum melaksanakan sholat tarawih di Mesjid Nurul Fallah Dusun Babeko, Kecamatan Bathin II, Kabupaten Bungo, Sabtu (18/5). Pada kesempatan ini , gubernur juga menyerahkan bantuan pembangunan mesjid senilai Rp5 juta. Hadir pada kesempatan tersebut Datuk Rio, tokoh masyarakat, pengurus mesjid, dan jamaah. Gubernur juga melakukan dialog untuk mendengarkan keluhan dan masukan dari masyarakat dusun Babeko. 

Dalam sambutannya, usai pelaksanaan sholat tarawih, gubernur menyatakan bahwa pada bulan Ramadhan yang penuh dengan berkah ini umat Islam diminta untuk meningkatkan ibadah dengan memperbanyak doa dan amalan. ”Saya merasa sangat bahagia dapat berkumpul di mesjid Nurul Fallah di dusun Babeko ini dan di bulan yang penuh berkah ini saya berharap kita semua sebagai umat muslim dapat meningkatkan keimanan dengan melaksanakan ibadah puasa, sholat tarawih, dan meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan,” ujar gubernur.

Gubernur menjelaskan bahwa kedatangannya ke Kabupaten Bungo khususnya Dusun Babeko merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian Safari Ramadhan. ”Kemarin saya mengawali rangkaian Safari Ramadhan di Kerinci hari ini di Bungo, besok di Sarolangun, Safari Ramadhan ini saya manfaatkan untuk bertemu dan berdialog dengan masyarakat yang saya jumpai. Saya juga meminta agar masyarakat tidak takut, malu untuk bertemu dan berdialog dengan saya, saya akan membantu dan melayani masyarakat sesuai dengan kapasitas saya sebagai gubernur,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, beberapa warga berdialog dengan gubernur mengutarakan kebutuhannya. Dialog diawali oleh May yang merupakan anggota Penyandang Disabilitas yang mengutarakan keinginan untuk bertemu langsung dengan gubernur untuk berdialog dan berkonsultasi tentang kebutuhan anak-anak disabilitas di Kabupaten Bungo. Pertanyaan kedua berasal dari pengurus mesjid yang membutuhkan tempat untuk dijadikan sekretariat. Menanggapi hal terebut Gubernur menyatakan bahwa dirinya akan berupaya untuk melakukan hal terbaik dalam membantu masyarakat terutama para disabilitas dan juga masyarakat di Dusun Babeko. (uya)