Jambi- Gubernur Jambi Dr.Drs.H. Fachrori Umar, M.Hum mendukung pelaksanaan rencana pengembangan pelayanan penanganan bongkar muat cargo curah cair di pelabuhan Talang Duku dan Muara Sabak, Provinsi Jambi. Pernyataan ini diungkapkan saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) di hotel BW Luxury, Selasa (17/3) yang diwakili oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. H.Apani Saharudin. Hadir pada kesempatan ini perwakilan dari Pelindo II Direktur Komersial dan Pengembagan Bisnis Ratih Farini beserta jajaran pejabat pemerintahan Provinsi Jambi di antaranya Gubernur Provinsi Jambi, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) cabang Jambi serta Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Provinsi Jambi. FGD dipaparkan oleh pemerintah Provinsi Jambi, Dinas Perkebunan Jambi dan PT Pelabuhan Tanjung Priok serta diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab.

Di dalam kesempatan yang sama selain FGD, PTP Multipurpose juga menandatangani kesepakatan bersama PTP Multipurpose dengan GAPKI cabang Jambi tentang kerjasama pengoperasian fasilitas pendukung pelayanan bongkar muat curah cair di pelabuhan Jambi. Kerjasama ini merupakan bentuk komitmen PTP Multipurpose kepada GAPKI cabang Jambi dalam melayani penanganan bongkar muat kargo curah cair serta berkomitmen dengan cara melakukan pengembangan pelayanan penanganan bongkar muat curah cair di pelabuhan Talang Duku dan Muara Sabak, Jambi.

Disampaikan Gubernur dalam sambutan tertulisnya bahwa pemerintah menyambut baik kegiatan diskusi ini, dan mendukung percepatan pelaksanaan rencana yang telah dipersiapkan oleh PT.Pelabuhan Tanjung Priok, karena memang kebutuhan sarana dan prasarana penunjang aktivitas di pelabuhan Talang Duku dan pelabuhan Muara Sabak, sangat dibutuhkan, seiring dengan semakin meningkatnya produksi dan kebutuhan akan beberapa komoditas khususnya minyak kelapa sawit. “Keberadaan pelabuhan yang layak serta dilengkapi dengan sarana prasarana memadai, saat ini sudah menajdi suatu kebutuhan, dan menjadi infrastruktur vital dan strategis bagi suatu negara ataupun suatu daerah. Pelabuhan dipandang dapat menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi dan katalisator perkembangan sektor-sektor ekonomi lainnya. Hal ini dikarenakan fungsi pelabuhan seabgia pintu gerbang barang-barang yang masuk dan keluar dari dalam daerah atau dalam negeri ke luar daerah atau luar negeri”ujar Gubernur.

Gubernur melanjutkan keberadaan pelabuhan juga menjadi sangat penting, mengingat Provinsi Jambi memiliki beberapa komoditas unggulan yang cukup diminati pasar, seperti minyak kelapa sawit, batubara,pinang, kopra. “Sejauh ini keberadaan pelabuhan Talang Duku dan pelabuhan Muara Sabak, belum menampung dan mendistribusikan seluruh komoditas yang dihasilkan, karena adanya berbagai keterbatasan, termasuk keterbatasa sarana prasarana, keterbatasan kemampuan pelabuhan inim menyebabkan sebagian komoditas yang dihasilan oleh Provinsi Jambi , dikirim melalui pelabuhan-pelabuhan yang berada di luar wilayah Provinsi Jambi.

Gubernur juga menegaskan bahwa Provinsi Jambi saat ini telah merencanakan dan sedang dalam proses pembangunan kawasan pelabuhan Ujung Jabung yang diproyeksikan menjadi pelabuhan utama di masa mendatang. “Saya berharap semua pihak dapat mendukung rencan ini, termasuk PT.Pelindo II,PT Pelabuhan Tanjung Priok, serta para pengusaha. Keberadaan pelabuhan Ujung Jabung ini diahrapkan dapat bersinergi dengan pelabuhan-pelabuhan yang telah ada, termasuk pelabuhan Talang Duku dan pelabuhan Muara Sabak, sesuai fungsi dan perannya masing-masing”katanya.

Perwakilan dari Pelindo II Direktur Komersial dan Pengembagan Bisnis Ratih Farini dalam sambutannya menyatakan bahwa PTP Multipurpose mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) acara ini membahas tentang rencana pengembangan pelayanan penanganan bongkar muat cargo curah cair di pelabuhan Talang Duku dan Muara Sabak, Provinsi Jambi. Selain itu, FGD bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi yang sistematis mengenai suatu permasalahan tertentu yang sangat spesifik melalui sosial kelompok agar mendapatkan sebuah kesimpulan dan solusi dari masalah yang disampaikan.

"FGD memiliki tujuan yakni untuk memperoleh masukan atau informasi mengenai permasalahan yang sifatnya lokal dan spesifik mengingat PT multi purpose akan melakukan pengembangan pelayanan penanganan bongkar muat kargo curah cair di pelabuhan talang Duku dan Muara Sabak Jambi dan fgd ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi para stakeholder dan mitra untuk memberi masukan kepada PT multi purpose sehingga kedepannya dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi," jelas Ratih Farini. (*)