KOTA JAMBI - Ribuan kalangan pemuda-pemudi Jambi yang tergabung dalam berbagai organisasi kepemudaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kampus, anggota OSIS SMU dan para ketua kepemudaan se Provinsi Jambi tampak berkumpul di ruang Abadi Hotel Convention Center Kota Jambi guna menghadiri seminar Bakti Energi Untuk Negeri , Minggu (24/03/2019). Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jambi yang di wakili asisten III , Walikota Jambi DR.H.Syarif Fhasa .ME , Ketua Umum DPD 1 KNPI Provinsi Jambi Muhammad Arqon,SH , serta seluruh pengurus KNPI se Kabupaten/Kota Se Provinsi Jambi acara berlangsung hikmad serta meriah .
Dari pantauan Halo Jambi acara tersebut diawali dengan pemutaran film Dokumenter hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 , serta film sejarah Orang Kayo Hitam , para perserta sangat antusias melihat film sejarah yang memuat tentang nilai nilai kepemudaan dan sejarah negeri Jambi tersebut.
Acara seminar yang bertema Bakti Energi Untuk Negeri tersebut di awali dengan sambutan Panitia Muhammad Azli , dilanjutkan dengan Ketua Umum DPD 1 KNPI Provinsi Jambi Muhammad Arqon ,SH. Pada kesempatan kali itu Arqon menyampaikan Pemuda Pemuda di usia produktif dari umur 16 -35 tahun harus berperan aktif guna membangun bangsa dan negera khususnya para pemuda – pemudi Jambi harus pro aktif dalam mendukung program Pemeritah Provinsi dan Kota Jambi . Arqon juga mengatakan pemuda pemudi Jambi harus mampu memberikan sumbangsih untuk daerahnya." Kita sebagai pemuda dapat berpartipasi terhadap daerah kita yaitu Kota Jambi, jangan main android terus, dari pagi sampai sore kuliah , pulang , tidur , tidak ada kontrobusi nyata dalam pembangunan Kota Jambi ," ujar Azli, memberikan motivasinya.
Acara seminar tersebut menghadirkan Walikota Jambi Dr. Syarif Fasha sebagai pembicara , sebelum memamparkan ide ide dan inovasinya , Fasha dalam kesempatan itu menegaskan bahwa , pemerintahan Presiden Jokowi yang sekarang telah berhasil mengambil alih tiga blok yaitu Freeport , Blok minyak Rokan , Blok minyak Mahakam , jangan sampai kekayaan kekayaan negara ini di miliki oleh pihak asing oleh karena itu perlunya Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (SISHAMKAM) artinya dalam hal ini keamanan Negara Indonesia ini bukan saja tugas TNI , dan Polisi , melainkan tugas kita semua rakyat Indonesia di mulai dari pemuda pemudi Kota Jambi
Dalam Pemaparannya Fasha mengatakan jika Kota Jambi tidak memiliki SDA (sumber daya alam) yang besar, tanpa ada lahan perkebunan dan pertanian yang luas dan tidak pula memiliki potensi pertambangan batu bara , emas dan tidak ada juga ladang minyak, namun Kota Jambi tidak pernah kekurangan minyak apa lagi beras , hal ini disebabkan Kota Jambi merupakan pusat perdagangan dan jasa.
“Yang paling utama adalah mengolah Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang pendidikan , karna dengan begitu masyarakat kota Jambi bisa membangun Kota Jambi dan bersenergi dengan pemerintah ,” ujar Fasha.
Tidak itu saja Fasha juga memaparkan mengenai program inovasi kampung bantar dan bangkit berdaya , program Kampung bantar ini tidak memerlukan dana APBD dan APBN .
“Banyak Inovasi inovasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Jambi salah satunya Kampung Bantar , dan Bangkit Berdaya .Kampung bantar ini sudah mendunia banyak Negara luar atau Kota lain yang mengakui kehebatan Program Kampung Bantar , Dari Mayarakat kembali lagi kepada Masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya APBD dan APBN , dan Program Kampung Bantar ini tidak berbasis tekhnologi melainkan dari Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang terdidik dengan baik ,” ungkap Fasha
Fasha juga menegaskan tugas para mahasiswa adalah belajar dan Pemerintah yang akan memikirkan cara perpindahan tongkat pemerintahan daerah/negara dari tangan pemerintahan dilintas priode sehingga berlangsung secara estafet diserahkan kepada generasi-generasi yang pintar dan beriman. “ Kami rela memberikan tampuk kekuasaan kepada kalian karrna kami yakin kalian telah mumpuni,” ucap Fasha yang di sambut hangat oleh peserta seminar.
Tiba pada kesempatan dialog interaktif yang merupakan sesi menarik dari acara seminar tersebut ketika salah satu peserta seminar Desti mahasiswi Universitas Islam Jambi (UIN) melontarkan pertanyaan kepada Walikota Jambi Sy Fasha selaku pembicara, Desti menanyakan bagaimana keterlibatan pihak Swasta membangun Provinsi Jambi dan Kota Jambi,” ucap Desti
Menjawab pertanyaan Desti Fasha mengatakan,”setiap pihak investor yang mau berusaha di Provinsi Jambi dan Kota Jambi haruslah merekrut karyawan berasal dari pemuda dan pemudi Jambi , tenaga lokal 85% apabila pihak investor tidak memberikan 85% tenaga lokal maka kami pemerintah tidak akan mengeluarkan izin usahanya.”tegas Fasha .
Pada akhir pemaparannya Fasha menyatakan harapan agar acara ini bisa membangun sesuatu pemahaman antar kelompok pemuda dengan pelaku pelaku usaha usaha di Provinsi Jambi dan Kota Jambi.
“Dalam seminar ini semoga terjalin pemahaman antara SKK Migas dan pemuda pemudi, siminar ini bisa menambah pengetahuan kita apa sumbangsih pihak pengusaha terhadap Provinsi Jambi serta se kabupaten/ kota sehingga hal ini bisa menumbuhkan sikap memiliki dan menjaga aset pembangunan pemerintah provinsi , kabupaten kota Jambi ,” kata Fasha . (kbh)