kota Jambi - Wakil Wali Kota Jambi , DR.dr.Maulana ,MKM membuka kegiatan rapat Forum CSR Kota Jambi tahun 2019 senin (8/4/2019) turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pelaku usaha di Kota Jambi.
Dalam sambutannya , Maulana mengatakan bahwa untuk melakukan akselerasi percepatan pembangunan tidak cukup hanya didasari oleh implementasi berbagai terobosan inovasi tetapi juga diperlukan pendanaan yang kuat.
Pendanaan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah biasanya berasal dari berbagai sumber pendanaan , diantaranya APBD Kab/Kota , APBD Provinsi , APBN serta dana pihak lain seperti swasta , masyarakat dan bantuan lain yang tidak mengikat serta tanggung jawab sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). "Perusahaan harus memiliki tanggung jawab kepada lingkungan , komunitas dan aspek sosial dalam perusahaan," ujar Maulana.
Lebih lanjut ada 8 item guna penyaluran CSR yaitu Pendidikan , Kesehatan , Pengembangan UMKM , peningkatan infrastruktur , pembangunan lingkungan hidup dan estetika , penciptaan lapangan kerja , olah raga ,serta sosial budaya dan keagamaan,"Pemerintah wajib melakukan pemerataan agar semua dapat merasakan pemerataan ekonomi dan bisa mencegah konflik," tambah Maulana
Ada 130 pelaku usaha yang tergabung dalam Forum CSR yang diundang Pemerintah Kota,"Semua pelaku usaha di Kota Jambi selama ini cukup Kooperatif hal ini dibuktikan dengan terkumpulnya sejumlah dana sebanyak Rp 13 miliar tahun lalu dan untuk tahun ini targetnya Rp 15 M," jelas Maulana.
Maulana juga menghimbau agar pelaku usaha mau mengeluarkan CSR nya melalui Pemerintah Kota Jambi , sebab melalui bantuan CSR dari para pelaku usaha bisa membantu ekonomi masyarakat kurang beruntung semoga dengan bantuan CSR dari jalur sosial masyarakat bisa menggunakan untuk usaha ,"Kalau pengangguran tinggi maka kriminalitas juga tinggi jika kriminalitas tinggi , pelaku usaha juga akan terganggu," ucap Maulana menutup keterangannya. (kbh)