Kota Jambi - Penyegaran serta peningkatan kemampuan birokrasi para pejabat dan ASN dilakukan secara rutin.

Salah satunya melalui coaching clinic yang disampaikan oleh Kamarudin selaku asisten deputi reformasi, birokrasi dan akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan KemenPAN-RB, Kamis (13/6) pagi di ruang pola kantor Wali Kota Jambi.

Harapan besar pun disampaikan Wawako kepada para pejabat dan ASN di lingkup Pemkot Jambi, agar kinerja terus meningkat.

"Kami melakukan coaching clinic langsung dari KemenPAN-RB, memberikan materi yang dihadiri oleh seluruh kepala OPD dan staf yang bertanggung jawab di bidang reformasi, birokrasi dan zona integritas," ujar Maulana usai membuka acara.

" Harapannya kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dan pengertian yang sama, dimana kami pemerintah kota Jambi bulan lalu baru saja Perda tentang RPJMD baru disahkan DPRD."katanya.

Di tambahkan Maulana titik awalnya pemahaman visi misi indikator pembangunan. Semoga ini bisa diterjemahkan oleh seluruh OPD dengan tugas pokok dan fungsinya membuat Renstra, menyasar kepada indikator, yang mana lalu diturunkan dalam bentuk program dan kegiatan.

"Sehingga program dan kegiatan 5 tahun ke depan betul-betul dilakukan untuk mencapai indikator-indikator yang ditetapkan dalam RPJMD," tegas Maulana.

Besarnya manfaat yang didapat dari kegiatan ini, tambah Maulana, akan berdampak pada peningkatan birokrasi, yang pada akhirnya warga akan merasakan.

"Oleh karena itu, Kami atas nama pemerintah kota Jambi menghaturkan terima kasih kepada kementerian PAN-RB, yang sudah memberikan pemahaman dan ilmu kepada pemkot Jambi," ujar Maulana.

"Kami mengharapkan seluruh kepala OPD mengikuti kegiatan ini, agar memberikan dampak dalam proses pelaksanaan pembangunan dan juga memberikan daya ungkit yang sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat Jambi," tegas Maulana.

Bagi Maulana, masalah mental pejabat dan ASN menjadi fokus utama yang harus diubah, jika ingin harapan di atas tercapai.

"Insya Allah, dengan program-program seperti ini diberikan pemahaman materi, maka kultur kerja dari seluruh ASN di kota ini akan berubah. Sehingga frekuensinya sama, untuk bergerak pada satu titik tujuan yang sama untuk pembangunan kota Jambi," pungkas Maulana.

Hal senada disampaikan Kamarudin. Ia menegaskan, faktor yang menentukan untuk merubah itu semua adalah mental para ASN.

"Sebenarnya, gambar besarnya yang kita inginkan kan merubah paradigma pemerintahan dari orientasi kerja adalah mental dan hasil."

"Jadi kita ingin pemerintah itu agar lebih fokus, terus bisa memilah-milah mana program kegiatan yang penting yang berdampak langsung kepada masyarakat.

"Nah, Kita prioritaskan di situ. Sehingga muncul yang namanya efektivitas dan efisiensi pemerintahan. Jadi mendorong pemerintahan lebih ke hasil yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Bukan cuma sekedar bekerja, tetapi lebih pada berkinerja. Kira-kira itu," tutup Kamarudin. (cw1)