Tanjabtimur - Kabar gembira bagi Petani Kelapa Dalam yang ada di Tanjab Timur. Pasalnya, diperkirakan Bulan Juli mendatang, PT. Huma Indo Kelapa (HIK), yang berada di Kecamatan Sabak Barat, akan beroperasi. Pabrik pengolahan Kelapa ini akan menampung Kelapa Bulat 100 Ton perhari.
Dengan demikian, persoalan nilai jual dan pasar Kelapa selama ini akan terjawab. Pabrik ini akan menampung Kelapa Dalam dengan harga yang lebih baik dari saat ini. Dan yang terpenting adalah kestabilan harga Kelapa Dalam dapat terjaga.
“Kita dalam menentukan harga pembelian Kelapa Dalam dari petani berlaku seminggu. Dan kita akan transparan soal harga, kita akan umumkan setiap hari Sabtu. Artinya, kalau kita sudah umumkan Sabtu harga sekian, harga itu akan berlaku hingga Sabtu depan,”ungkap Husin Arifin, Manager PT. Huma Indo Kelapa, Kamis (14/3), saat kunjungi Bupati Tanjab Timur, H. Romi Hariyanto.
Dijelaskan, PT. HIK akan mengolah Kelapa menjadi beberapa turunan. Diantaranya, Tepung, Minyak, Bungkil dan Arang. Produk yang dihasilkan ini 80 persen akan diekspore ke Luar Negri. Tepung dan Minyak akan diekspor ke Thailand sebanyak 80 persen dari hasil Produksi nantinya.
“Produk kita nanti memang semuanya standar ekspore. Thailand sudah minta dengan kita. Yang didalam Negri, Jakarta palingan hanya 20 persen. Sisanya kita ekspor,”jelasnya.
Sementara itu, Bupati Tanjab Timur, H. Romi Hariyanto meminta, PT. HIK membuka seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin menyuplai Kelapa ke PT. HIK. Romi tidak ingin ada monopli segelintir orang. Makanya,untuk persoalan ini Romi meminta perusahaan berkoordinasi dengan Pemkab Tanjab Timur.
“Kita tidak punya maksud apa-apa. Kita hanya tidak ingin ada monopoli, dan pada akhirnya merugikan Petani. Mau kita, Perusahaan untung, Delivery Order (DO), untung, petani juga untung,”tegasnya.(kms)