Batanghari - Martabak manis buatan Suraji (65) dan istrinya A Lan (65), yang lokasinya di seberang Taman Remaja Muara Tembesi ini, sejak dibuka 1994 dulu sampai sekarang, masih tetap ramai serta diminati warga Kelurahan Kampung Baru. Malahan banyak warga berbagai desa di Kecamatan Muara Tembesi, membeli martabak yang rasanya gurih ini. Martabak manis Suraji ini, konon merupakan martabak pertama yang hadir di Kecamatan Muara Tembesi. 

Kepada Halojambinews, Suraji yang kelahiran Simpang Bata Kota Jambi ini, menerangkan bahwa pada awal 1993 dulu, pindah ke Kampung Baru beserta istri dan dua orang anaknya ke sebuah toko sederhana berdindingkan papan. 

" Saya dan keluarga pindah ke Kampung Baru ini 1993. Dan pada 1994, atas inisiatif istri saya A Lan, membuka usaha jualan martabak manis. Dulu bermacam rasa martabak kami jual seharga 1500 rupiah " kata Suraji. 

Pria yang sering memakai kaus oblong serta celana pendek kasual ini, membeberkan bahwa resep martabak yang dijualnya, adalah olahan dari istrinya sendiri. 

" Resep martabak manis ini, adalah hasil olahan istri saya sendiri. Selama 25 tahun jualan, resep tersebut tidak pernah berubah. Walaupun sudah bertambah dengan varian rasa yang baru." ungkap Suraji, yang kerap dipanggil warga dengan Aji ini. 

Sekarang martabak manis Suraji ini, dijual paling murah seharga 15 ribu perloyang dan yang tertinggi dijual 30 ribu perloyang.

" Martabak manis biasa saya jual dengan harga 15 ribu rupiah, seperti martabak isi kacang. Ada juga yang harga 20 ribu seperti martabak jagung yang dicampur dengan susu dan keju. Yang istimewa, martabak yang isinya komplit dihargai 30 ribu rupiah" papar Suraji lagi. 

Sekarang ini, walaupun kedua anak Suraji sudah berkeluarga namun usaha martabak manisnya, tetap berjalan seiiring waktu. Ketika pembeli datang, Suraji dengan ramah melayani pembeli sambil menanyakan yang akan dibuat martabak apa. Sesuai dengan permintaan dari pembeli yang tertera dalam daftar varian martabak, Suraji dengan cekatan membuat martabak tersebut. Setelah martabak matang, istrinya A Lan yang memotong-motong martabak menjadi beberapa bagian dan memasukkannya ke dalam kotak. (Fri)