Halojambi.id, Jambi - Jumlah Single Investor Identification (SID) saham pasar modal terus mengalami peningkatan. Tercatat dari data Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Jambi, hingga September 2019 telah mencapai 9.663 SID. 

Kepala Kantor Perwakilan BEI Provinsi Jambi, Fasha Fauziah mengatakan kenaikan jumlah SID pada tahun 2019 meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan pada tahun 2018 yang tercatat hanya 7.668 SID. 

Sedangkan, pada tahun 2017 tercatat sebanyak 4.581 SID, pada tahun 2016 sebanyak 3.259 SID dan pada tahun 2015 awal masuk ke Jambi tercatat hanya sebanyak 1.498 SID

"Ada peningkatan jumlah investor setiap tahunnya di pasar modal ini," ujarnya, saat menggelar workshop wartawan pasar modal dalam rangka "semarak Bulan Inklusi Keuangan" disalah satu hotel dalam Kota Jambi, Kamis (17/10/19) kemarin. 

Disebutkan Fasha, jumlah SID saham pasar modal jika dilihat menurut usia, kalangan Millenial paling banyak mendominasi dengan kisaran usia 18-25 tahun sebanyak 3.779 SID. Selanjutnya diikuti, usia 31-40 tahun sebanyak 2.282 SID, Usia 41-100 tahun sebanyak 1.928 SID dan usia 26-30 tahun sebanyak 1.656 SID. 

"Berdasarkan gender, investor saham pasar modal untuk laki-laki sebanyak 5.554 SID dan perempuan sebanyak 3.723 SID," sebutnya. 

Selain itu, untuk jumlah transaksi nasional sehari bisa mencapai Rp 8 triliun, dan untuk di Jambi sendiri paling banyak transaksi pada tahun 2018 lalu mencapai Rp 2 Triliun lebih.

"Hingga September 2019 ini, jumlah transaksinya baru mencapai Rp 1,2 triliun," katanya.

Tahun ini, kata Fasha memang ada sedikit gejolak terkait dengan beberapa isu isu, baik itu dalam negeri maupun di luar negeri, yang dapat mempengaruhi investor asing melakukan transaksi.

"Para Investor asing jual terhadap kepemilikan kepemilikan sahamnya yang ada di Indonesia, jumlah investor asing kita itu kan masih mendominasi Masih sekitar 55 persen dari total investor yang ada di dalam negeri," tutupnya. (uya)