Batanghari - Sejak merebaknya Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di tanah air, kebutuhan akan madu bagi peningkatan daya tahan tubuh masyarakat, meningkat tajam, termasuk di Kabupaten Batang Hari. Madu asli berbagai warna seperti madu hitam, madu coklat maupun madu yang agak keputih-putihan denhan aneka rasa, banyak diburu konsumen. Termasuk Madu At Tauhid yang dijual Alfajri El Ansori, yang beralamatkan di Rumah Qur'an Para Sahabat RT 10 Kompleks Air Panas Kelurahan Rengas Condong Muara Bulian.
Madu jenis multi flora dari hutan Jambi yang dijual oleh ayah dari Tauhid dan Aksan ini, mampu menjual madu selama bulan Maret 2020 ini sebanyak 60 kilo.
" Permintaan akan madu At Tahuid selama bulan Maret ini, meningkat tajam. Alhamdulillah, sudah terjual sebanyak 60 kilo." ungkap Alfajri.
Madu yang dikemas serta dijualnya via online ini, untuk ukuran 250 ml dijualnya seharga 50 ribu, 350 ml 65 ribu serta 500 ml dijual seharga 100 ribu.
" Harganya beragam sesuai ukuran. Ada yang 50 ribu, 65 ribu sampai 100 ribu. Bisa pesan via online dan bisa ambil langsung ke rumah, atau saya antar ke alamat" kata pria 32 tahun ini.
Suami dari Fitriyanti yang berjualan madu sejak 2013 ini, mensyukuri akan nikmat yang telah diberikan Allah SWT atas usaha yang diperuntukan bagi kesehatan masyarakat ini. Malahan, keuntungan dari madu At Tauhid yang diambil dari nama anak sulungnya ini, akan disisipkan sebagian bagi fakir miskin dan buruh harian.
" Alhamdulillah, madu At Tauhid banyak dibutuhkan masyarakat. Keuntungan dari penjualan madu ini, akan saya sisihkan sebagian dan disumbangkan bagi fakir miskin serta buruh harian" pungkasnya. (Fri)