Yogyakarta - Jika anda ingin bepergian ke Gunung Kidul, jangan lupa mampir ke warung kopi Gubuk Dermo yang berada di kawasan Agrowisata Bukit Dermo, jalan Jogja-panggang km 25 Nawungan 1, Selopamioro, Imogiri, Bantul DI Yogyakarta. 

Gubuk Dermo binaan PT. Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dan Universitas Gajah Mada (UGM) yang dibuka sejak 19 September 2020 ini menyuguhkan beragam makanan dan minuman khas yang dapat anda nikmati sambil melihat indahnya suasana pepohonan hijau yang indah nan asri. 

Bagi anda Instagramable jangan khawatir, tempat ini juga menyediakan tempat spot foto dengan pemandangan yang indah dan menarik. 

Bagi anda yang ingin singgah, jarak tempuh ke warung kopi Gubuk Dermo dari Kota Jogja hanya memakan waktu 1 jam menggunakan kendaraan pribadi. 

Kelompok Sadar Wisata Nawungan, Mustika Hidayat mengatakan warung kopi Gubuk Dermo berkonsepkan alam yang sangat cocok untuk nongkrong bersama keluarga kerabat, teman dan sahabat. 

"Gubuk Dermo merupakan magnet baru untuk warga sekitar dan pendatang bersantai," ujarnya, Rabu (17/3/2021). 

Ia menyebutkan Gubuk Dermo menyediakan beragam jenis kopi seperti Temanggung robusta, arabica, gayo aceh dan kopi lampung. Menu makanan dan kopi disini juga selalu fresh dan baru. Dan yang pastinya harga sangat terjangkau. 

"Harga mulai dari tiga ribuan rupiah," sebutnya. 

Ia menambahkan sejak diberikan bantuan dari KBI dan UGM untuk mendirikan warung kopi Gubuk Dermo pengunjung berkembang pesat. Bahkan omset perbulan  mencapai Rp 25 juta perbulan. 

"Berkat bantuan ini, kita bisa membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat disini (Selopamioro). Semua karyawan total 5 orang yang awalnya nganggur sekarang telah mendapatkan lapangan pekerjaan," jelasnya. 

Sementara itu, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi mengatakan pemberian bantuan ini merupakan salah satu visi pihaknya dalam memberdayakan masyarakat yang melakukan usaha kecil.

“Kami sebagai Badan Usaha Milik Negara tentunya juga tidak hanya melihat sebagai suatu hal tentang profit oriented, tapi bagaimana juga kami bisa ikut berkontribusi untuk negeri dan untuk masyarakat,” ujar Fajar di Mini Cafe Gubuk Dermo, Bukit Dermo, Bantul, Yogyakarta, Rabu (17/3/2021) siang. 

Ia menyampaikan  bahwa salah satu kegiatan yang pihaknya lakukan dengan konsep 3P yaitu planet, people dan juga profit. Adapun yang dilakukan saat ini di Selopamioro adalah bagaimana juga ingin berkontribusi dalam hal people, yaitu kepada masyarakat yang ada di negara kita tercinta Indonesia. 

“Selain itu juga terkait dengan planet, karena kita bicara tentang ekosistem tumbuhan dan sebagainya yang kami lakukan dalam pelaksanaan kegiatan adalah bagaimana kita, Kami ingin melakukan sesuatu yang kita sebut sebagai kreatif. Harapan apabila ini berjalan dengan baik Insyaallah hal ini bisa juga membawakan konsep sistem resi gudang yang memang sangat baik untuk masyarakat petani dan sebagainya,” ujar Fajar.

Fajar mengucapkan terima kasih kepada Departemen Pertanian UGM yang dalam beberapa tahun telah melakukan kerjasama dengan PT KBI. Kerjasama dengan UGM dipandang Fajar sangat penting, sembari berharap tetap terjalin untuk kemajuan perekonomian masyarakat sekitar. 

“Kami ingin adanya suatu kesinambungan, adanya pendampingan, adanya monitoring sehingga pemberdayaan ekonomi masyarakat meningkat. Sistem inilah yang sekarang salah satu kita adakan kegiatan di sini terkait dengan hal tersebut," tutup fajar. 

Ketua Departemen Teknik dan Biosistem UGM Prof Lilik Sitianso optimis kawasan wisata Bukit Dermo melejit sebagai tujuan wisata di Indonesia. 

Ini tak lepas dukungan PT KBI membina Pokdarwis Nawungan. Imbasnya, perekonomian masyarakat meningkat. Terlebih di masa pandemi covid-19 yang mengganggu semua segi kehidupan. 

“Tentunya rasa terima kasih kami mewakili UGM kepada PT KBI Persero dengan kerjasama ini, sebetulnya sudah berlangsung sejak 2018 dan kita memang berpindah lokasinya. Di tahun pertama kita lebih fokus pada integrated farming system, dari program pengembangan kandang ternak terpadu. Dan Alhamdulillah saya kira PT KBI mendapatkan penghargaan di tingkat nasional dengan program-program kerja sama produktif ini,” ujar Prof Lilik. 

Ia optimis akan terus tingkatkan kerjasama ini di Selopamioro yang lebih fokus pendampingan UMKM pangan lokal. Meskipun sudah berlangsung dua periode, ia berharap program ini bisa terus berlanjut. 

“Kami tadi sudah matur ke pak Fajar bahwa setelah pemberian ataupun pendampingan kami ke UMKM yang diwakili oleh Bapak Ibu warga Selopamioro, kita ingin ke depan bahwa masyarakat lebih peduli pada penanganan atau pengolahan pangan sehat, "ujarnya. 

Ia menambahkan kegiatan ini merupakan salah satu target UGM untuk memberdayakan masyarakat atau UMKM di Selopamioro. Mungkin juga, Bukit Darmo ini akan menjadi program premium kabupaten Bantul. Dan pihaknya diminta nanti mendesain, mengisi kontennya. Harapannya, nanti akan menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Bantul. 

“Oleh karena itu saya kira kontribusi KBI dalam hal ini dan UGM ini tentunya harapannya nanti akan berlanjut. Dan kami mendapatkan posisi atau peran untuk mendampingi masyarakat ini. Tadi juga sudah sesuai dengan visi misinya PT KBI untuk pendampingan pemberdayaan masyarakat,” tutup Prof Lilik. (uya)