Berharap dengan Pencampuran Aspal

JAMBI- Harga karet diprediksi akan membaik. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Jambi, Jon Kennedy. Apalagi jika rencana pencampuran aspal dengan karet berjalan optimal maka harga karet akan semakin terdongkrak naik.

“Saya rasa akan naik, untuk saat ini harga karet Rp 7 ribuan per kilogram ,” katanya.

Ia menambahkan, jika rencana pencampuran aspal dengan karet terealisasi maka akan baik untuk harga karet di masyarakat. Untuk prediksi harga jika ketentuan ini sudah terealisasi, Jon mengatakan semua tergantung dari banyaknya penggunaan karet untuk aspal tersebut.

“Kalau penggunaannya banyak tentu akan sangat mendorong harga karet di masyarakat, karena banyak karet yang laku,” ujarnya.

Jon meneruskan, adanya suplai dan demand untuk karet maka semakin membaiklah harga karet di Jambi. Soal harga yang baik menurutnya jika dengan karet masyarakat atau petani dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Tapi kalau harga karet tinggi, inflasi juga tinggi sama saja petani nggak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya,” terangnya.

Namun perlu menjadi catatan bahwa petani harus mampu menjaga kualitas karet agar dapat digunakan sebagai campuran.

Ia mengakui saat ini kualitas karet petani Jambi sudah membaik.Kini petani sudah jarang yang menggunakan campuran didalam karetnya.

“Kalau karet Jambi sudah bagus,” terangnya.

Untuk dapat digunakan sebagai campuran aspal, Jon menyebutkan bahwa karet yang digunakan harus bersih tanpa campuran apapun. Sebab karet atau lateks murni yang bersih lebih bagus digunakan untuk campuran aspal.

“Memang harus bersih, kita dorong petani untuk tidak mencampurkan apapun kedalam karetnya agar dapat dibeli dengan harga tinggi. Semakin kesini semakin baik produksi karetnya Jambi,” pungkasnya. (uya)