Halojambi.id - Kepulauan Bangka Belitung di Indonesia merupakan penghasil timah terbesar kedua di Dunia dengan cadangan sebesar 22%, dibawah China dengan cadangan 47% dari total cadangan timah dunia dengan produksi 66.000 ton timah pada 2020.

Kini, Perdagangan pasar fisik timah murni batangan mengalami keuntungan berkali lipat. Pasalnya, keuntungan ini didapat setelah pasar timah registrasi ke Resi Gudang dari PT. Kliring Berjangka Indonesia (KBI). 

Untuk diketahui pada tahun 2020, jumlah Resi Gudang (RG) yang diregistrasi mencapai 52, dengan volume 260.969 Kg senilai Rp 65.369.483.922 Adapun dari sisi pembiayaan mencapai Rp 26.944.681.016. Sedangkan di tahun 2021, jumlah RG yang diregistrasi mencapai 132, dengan volume 664.214. Kg senilai Rp 316.263.352.632 dan dari sisi pembiayaan mencapai Rp 206.932.171.26. 

Bahkan, dalam data catatan perdagangan pasar fisik timah murni batangan di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) di tahun 2022 sampai dengan Kuartal I KBI mencatat nilai transaksi pasar fisik timah murni batangan mencapai lebih dari Rp 5,5 Triliun. 

Dimana, transaksi pasar Fisik Timah ekspor terjadi transaksi sebanyak 1.640 lot dengan senilai USD 348,1 juta atau lebih dari Rp 4,8 Triliun. Sedangkan untuk pasar fisik timah dalam negeri, di tahun 2022 sampai dengan Kuartal I telah terjadi transaksi sebanyak 953 Lot senilai Rp 677,2 Miliar.

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi mengatakan Ekosistem perdagangan timah di Bursa Berjangka Jakarta ini telah berjalan sejak pertengahan tahun 2019 untuk kegiatan ekspor. Sedangkan untuk perdagangan timah dalam negeri, mulai berjalan pada Maret 2021. Dengan memanfaatkan resi gudang, pemilik komoditas timah khususnya eksportir, dapat memasukkan komoditasnya ke resi gudang, sambil menunggu pengiriman ke negara tujuan. Dengan mekanisme ini, para eksportir dapat mendapatkan likuiditas keuangan.

"Pasar Fisik Timah Murni Batangan di Bursa Berjangka Jakarta terdiri dari 2 jenis, yaitu pasar fisik untuk ekspor serta pasar fisik untuk dalam negeri. Perbedaan kedua jenis pasar fisik ini adalah dalam perhitungan Lot transaksinya, yaitu untuk Pasar fisik ekspor 1 Lot sebanyak 5 Ton, sedangkan untuk pasar timah dalam negeri 1 Lot sebanyak 1 ton,"ujarnya di Jakarta, Sabtu (14/5/2022). 

Fajar menyampaikan sebagai Lembaga Kliring, tentunya tugas KBI adalah memastikan bahwa transaksi yang terjadi telah sesuai dengan regulasi yang ada. Adanya pasar fisik timah melalui bursa ini tentunya menjadi sesuatu yang positif bagi negara, dimana perdagangan timah murni batangan menjadi lebih transparan dan dapantau oleh negara. 

Perdagangan pasar fisik timah murni batangan melalui Bursa Berjangka ini tentunya akan memberikan nilai positif, baik terhadap ekonomi nasional maupun membangun posisi Indonesia sebagai penentu harga timah dunia. Indonesia yang memiliki cadangan timah terbesar kedua di dunia, tentunya harus memiliki peran sentral dalam pasar timah dunia. 

"Kedepan, sebagai Lembaga Kliring, KBI akan terus mendorong para pelaku di sektor perdagangan timah ini, serta meningkatkan layanan prima bagi para pemangku kepentingan dalam ekosistem perdagangan timah ini. Terkait pasar fisik timah murni batangan, KBI juga telah mendapatkan ISO 9001 : 2015 tentang sistem manajemen mutu,"tandasnya. 

Lebih Aman dan Untung

Pengamat Ekonomi dari Universitas Batanghari Jambi, Dr. Pantun Bukit mengatakan dengan adanya Resi Gudang milik perusahaan BUMN ini dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Sebab, profit yang diambil pasti lebih sedikit dan tidak sebanyak perusahaan swasta. 

"Dengan adanya Resi Gudang ini bisa saja memotong saluran distribusi yang lebih menguntungkan bagi petani dan pemilik komoditas seperti Pasar Timah," ujarnya. 

Ia menambahkan masih terdapat beberapa kendala komoditas yang berpotensi dipasarkan untuk ke dalam maupun luar negeri. Adanya Resi Gudang ini, sebenarnya merupakan terobosan yang sangat bagus dar KBI untuk petani dan pemilik komoditas agar bisnis tetap berjalan dengan baik dan aman. 

Namun kata Pantun, KBI juga harus menggandeng Pemerintah daerah agar Resi Gudang ini tepat sasaran hingga ke masyarakat. 

Sebab, Pemerintah daerah yang sangat paham basis pasar yang ada di daerahnya tersebut. 

"Program resi gudang sangat bagus, tapi butuh pendampingan dari Pemerintah daerah dan berharap bisa memfasilitasi ke masyarakat untuk pengaturan perdagangan ke antar daerah atau antar Provinsi," jelasnya. (uya)