JAMBI – Sejalan dengan keinginan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir, PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) hadir guna mendukung upaya pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Tidak terkecuali bagi masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

“Sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara, tentunya KBI memiliki tugas untuk menjadi akselerator ekonomi masyarakat. Hal ini yang kami jalankan di Bangka Belitung, baik itu terkait perdagangan timah, maupun pemanfaatan sistem resi gudang," kata Direktur Utama PT KBI Fajar Wibhiyadi dalam keterangan resminya yang diterima Halo Jambi.

Saat ini, KBI memiliki tiga layanan usaha, yakni lembaga kliring untuk pasar fisik timah murni batangan (ekspor dan perdagangan dalam negeri), lembaga kliring penjamin dan penyelesaian transaksi di perdagangan berjangka komoditi, dan sebagai pusat resi gudang.

Salah satu kontribusi PT KBI dalam mendukung peningkatan perekonomian masyarakat Bangka Belitung yakni melalui fungsinya sebagai lembaga kliring untuk pasar fisik timah murni batangan.

“Adanya pasar fisik timah murni batangan ini tentunya akan langsung memberikan dampak kepada masyarakat Bangka Belitung, yaitu dalam bentuk royalty. Tentunya royalty ini akan menjadi sumber pendapatan asli daerah Bangka Belitung. Ke depan, kami akan terus berupaya untuk meningkatkan transaksi di pasar fisik timah, yang artinya ke depan pendapatan asli Bangka Belitung juga akan meningkat,” beber Fajar Wibhiyadi.

Selain timah, Bangka Belitung merupakan satu-satunya daerah yang menjadi sentra komoditas lada putih. Terkait hal ini, Fajar Wibhiyadi mengatakan pihaknya juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pemilik komuditas, mengenai layanan usaha resi gudang yang dimilili KBI.

“Sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang, KBI secara terus menerus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para pemilik komoditas, khususnya di sentra-sentar komoditas unggulan. Dengan memanfaatkan resi gudang, pemilik komoditas lada putih di Bangka Belitung tentunya dapat melakukan mitigasi kurs dalam kegiatan ekspor," katanya.

Bantu siswa terdampak Covid-19

Fajar Wibhiyadi mengatakan, KBI juga menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di Bangka Belitung.

"Beberapa program tanggung jawab sosial dan lingkungan juga kami jalankan di Bangka Belitung. Harapan kami, apa yang telah kami upayakan akan memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi masyarakat Bangka Belitung,” kata Fajar Wibhiyadi.

Kegiatan TJSL yang dilakukan KBI merupakan bagian dari langkah besar KBI sebagai korporasi untuk menuju sustainability / keberlanjutan usaha. Disamping mengadopsi konsep creating shared value, KBI juga mengadopsi Sustainable Development Goals (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, dalam kegiatan TJSL nya).

Salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan yang diadopsi adalah tujuan ke-4, yaitu memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas setara, juga mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua.

Beberapa waktu lalu, KBI bersama Jakarta Futures Exchange (JFX) memberikan bantuan paket data bagi 150 siswa di Bangka Belitung yang harus mengikuti pelajaran secara daring sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Sementara itu pengamat ekonomi Pantun Bukit, berharap ke depan PT KBI bisa membantu membesarkan UMKM di daerah. ‘’Banyak UMKM terhambat di akses jaringan. Sementara BUMN ini kan punya jaringan yang cukup luas,’’ kata Pantun Bukit kepada Halo Jambi, Jumat (13/5).

Pantun Bukit juga menilai jika program-program yang dilaksanakan PT Kliring Berjangka Indoneia sudah sangat bagus. ‘’Programnya sudah sangat bagus, namun butuh pendampingan yang lebih,’’ pungkasnya. (*)