Jambi - Kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) diduga bukan termasuk kelompok tani, melainkan sudah termasuk kategori Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). 

Sebab, saat dilakukan penangkapan pihak kepolisian tidak menemukan barang bukti yang merupakan peralatan pertanian. Justru, perlengkapan senjata tajam yang ditemukan dilapangan. 

"Mereka (SMB) ini kelompok kriminal bersenjata. Tidak ada ditemukan alat tani. Yang ada cuma senjata api rakitan, parang, samurai, bahkan bambu runcing," ujar Direktur Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jambi, Kombes Pol M. Edi Fariyadi kepada wartawan, Minggu (21/7/2019). 

Sementara itu, Muslim pimpinan SMB dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa dirinya sangat dihormati oleh anggota kelompok SMB. Bahkan oleh pengikutnya Muslim dipanggil "Yang Mulia". Sedangkan istrinya, Deli Fitri dipanggil "Bunda Ratu".

"Muslim ini dipanggil Yang Mulia oleh anggotanya, sedangkan istrinyanya dipanggil Bunda Ratu," sebut Edi. 

Edi mengungkapkan, selain sebagai pemimpin, Muslim juga berperan sebagai orang yang mengorganisir aktivitas kelompok SMB. Sedangkan sang istri berperan sebagai sekretaris dan bendahara SMB.

Sebelumnya, Muslim dan puluhan anggota kelompoknya telah ditetapkan sebagai tersangka penganiyaan, pengrusakan serta pencurian terhadap tim Satgas Karhutla Jambi yang sedang bertugas di kawasan hutan Distrik VIII PT. Wirakarya Sakti (WKS), Kabupaten Tanjung Jabung Barat, (Tanjabbar) yang terjadi pada 13 Juli lalu.

Untuk diketahui, SMB sendiri memiliki anggota 3500 orang yang terbagi dalam Kelompok Tani, tiap kelompok tani anggotanya 50KK. Yang bermukim di 700 unit tetapi yang di tempati ada 500 pondok saja, dan 200 pondok lagi belum ditempati. (uya)