Jambi - Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jambi menangkap 10 orang tersangka pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) atau minyak bumi hasil dari Ilegal Drilling di Kecamatan Bajubang, jalan lintas Tempino - Bulian, Kabupaten Batanghari. 

Mereka yakni Sugianto (40) warga Betung, Suparman (38) warga Bayung Lincir, Tio (27) warga Bayung Lincir, Elan (23) warga Bayung Lincir, Defiansha (29) warga Desa Teluk Muba, Tenddy Hidayat (25) warga Betung, Megi Fermambo (24) warga Bayung Lincir, Hambali (46) warga Bayung Lincir, Adi Azuar (32) warga Telanaipura dan Yudianto (41) warga Kota Palembang.

Sebelumnya, pihak kepolisian mendapatkan laporan dari warga setempat terkait maraknya pengangkutan BBM atau minyak bumi dari hasil kegiatan Drilling di daerah jalan lintas Tempino - Bulian, Kecamatan Bajubang. 

Setelah itu, tim Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jambi langsung turun kelapangan untuk melakukan penyidikan. Lalu, pada sekitar Pukul 02.00 - 04.00 WIB, Rabu (13/2/2019) melihat 10 unit mobil pengangkut BBM atau minyak bumi dari hasil Drilling dan langsung mengamankan 10 kendaraan mobil pengangkut beserta sopirnya. 

"Semua tersangka ini sebagai pengangkut minyak BBM atau minyak bumi dari hasil kegiatan Drilling," ujar Kanit II Tipidter Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jambi AKP Sahlan Umagapi, kepada awak media di Mapolda Jambi. Rabu (13/2/2019). 

Ia menyebutkan dari total kendaraan yang ditangkap, setiap kendaraan mengangkut sebanyak 2 ton minyak mentah.

"totalnya ada 20 Ton atau sekitar 20 ribu liter minyak mentah yang kita amankan sebagai barang bukti," jelasnya. 

Dijelaskan Sahlan, bahwa para tersangka membeli minyak mentah dari hasil Drilling sebesar Rp 450 ribu perdrum. Dan nantinya, akan dijual kembali dengan harga mencapai Rp 500 ribu di daerah Bayung lincir. 

"Ada sekitar 6 sumur yang diambil dari tersangka dan rencananya akan dijual kembali untuk diolah," tuturnya. 

Dikatakan Sahlan, semua tersangka saat ini masih dalam tahap proses penyidikan lebih lanjut di Polda Jambi. 

Sementara itu, Ditambahkan Sahlan, timnya juga akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus Ilegal Drilling hingga ke Hulu dan Hilir.

"Kita akan lakukan pengembangan terhadap pemilik sumur dan tempat penjualan minyak Ilegal Drilling ini," pungkasnya. (uya)