Batanghari - Para kades di Kecamatan Pemayung seperti Kades Tebing Tinggi dan Kades Olak Rambahan, resah dengan ulah oknum penelpon gelap yang mencatut nama Kapolsek Pemayung dan Kapolsek Bajubang dengan modus meminta sejumlah uang untuk keperluan.
Hal ini diisampaikan Camat Pemayung, M. Amin kepada Halojambinews, Selasa (25/02/2020) via seluler.
" Benar. Para kades sudah menyampaikan hal tersebut kepada saya dan saya sendiri menghimbau agar kepala desa tersebut jangan mengindahkan permintaan oknum yang mengaku-ngaku Kapolsek Pemayung dan Kapolsek Bajubang tersebut. tersebut" kata M. Amin.
Penelpon gelap tersebut, pada Minggu lalu mengaku sebagai Kapolsek Bajubang dan minggu ini mengaku sebagai Kapolsek Pemayung.
" Si penelpon gelap tersebut, mengubungi para kepala desa pada Minggu lalu mengaku sebagai Kapolsek Bajubang. Nah, Minggu ini mengaku pula sebagai Kapolsek Pemayung." sambung M. Amin.
Permasalahan tersebut, sudah dimusyawarahkan dengan Kapolsek Pemayung Iptu Dwiyatno, SH.MH serta beberapa kades di tempat kerjanya belum lama ini.
" Sudah kami bicarakan. Permasalahan ini sudah kami serahkan kepada Polsek Pemayung" terangnya.
Sementara itu Kapolsek Pemayung sendiri kepada Halojambinews sudah menyampaikan kepada camat maupun para kades dalam pertemuan bahwa itu semua bukan dari Kapolsek.
" Perbuatan tersebut adalah ulah oknum yang mengatasnamakan dirinya." ujar Dwiyatno.
Dirinya bersyukur karena gegara ulah oknum penelpon gelap tersebut, belum memakan korban.
" Alhamdulillah, para kades yang ditelpon sang penelpon gelap tersebut, tidak diindahkan oleh mereka alias tidak ada korban. Sekarang kami sedang melakukan penyelidikan terhadap oknum penelpon tersebut." pungkas Dwiyatno.(Fri)