Jambi - Rumah Sakit Theresia Jambi menolak seorang pasien balita yang terkonfirmasi reaktif Covid-19 tes swab antigen, pada Selasa (24/8/2021) kemarin. 

Melihat kejadian tersebut, Kapolsek Jambi Timur yang juga tim Satgas Covid-19 AKP Hendra Wijaya Manurung langsung mendatangi rumah sakit Theresia Jambi mengecek kebenaran yang sesungguhnya karena balita yang sakit tersebut tinggal di Budiman, dan berada diwilayah hukum Polsek Jambi Timur. 

Saat dikonfirmasi, Dr. Sriyani SpGK Selalu Kabid Pelayanan di Rumah Sakit Theresia membenarkan bahwa staf nya mengatakan kamar untuk pasien covid di RS Theresia penuh. Namun kenyataannya kamar khusus untuk di RS Theresia masih kosong, terdapat 20 bed khusus untuk penanganan Covid-19 semuanya belum terpakai. 

"Memang dipenjagaan sempat terdengar bahwa kamar untuk Pasien covid penuh. Untuk didepan (Administrasi-red) sepertinya memang ada seperti itu, hanya mungkin komunikasi yang disampaikan tidak lengkap kamar penuh ini, beberapa tempat kan memang harus disiapkan jalur oksigennya bukan hanya tempat semua bed," dalihnya. 

Dirinya menjelaskan pada saat itu, pasien Balita tersebut sempat disarankan rawat jalan, karena kondisi kamar di RS Theresia saat ini sedang renovasi atau perbaikan jalur oksigen. 

"Kita tidak bisa memasukan Pasien karena rumah sakit menilai perlunya untuk pengamanan pasien, kalau oksigennya tidak kuat tentu pasien nanti akan terganggu dalam pelayanan perawatan," dalihnya lagi. 

Sementara itu, Kapolsek Jambi Timur  mengatakan dirinya mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada Balita yang masih berumur 2,9 bulan ditolak oleh Rumah Sakit Theresia karena reaktif antigen. 

Untuk memastikan hal tersebut Kapolsek langsung mengecek ke Rumah sakit Theresia untuk memastikan kabar tersebut, karena balita yang sakit tersebut tinggal di Budiman, dan berada diwilayah hukum Polsek Jambi Timur. 

Dan sampai di Rumah Sakit Theresia, ternyata benar ada Pasien Balita yang berumur 2,9 bulan ditolak oleh rumah sakit karena reaktif antigen dan pihak rumah sakit beralasan kamar khusus untuk pasien Covid penuh. 

"Dapat laporan, dari masyarakat terjadi informasi simpang siur. Maka dari itu, saya sudah konfirmasi dan klarifikasi dengan mengubah pelayanan dan sistem yang lebih baik," katanya, Selasa (24/8/2021) kemarin. 

"Intinya sama-sama bekerja untuk kemanusiaan di zaman pandemi Covid-19 ini," tegasnya. 

Dirinya menjelaskan, Setelah menerima laporan dari Bhabinkamtimbas Polsek Jambi timur dari hasil antigen positif, ternyata Rumah sakit tidak bisa menerima dengan alasan ternyata ada miss komunikasi dengan petugas. 

Akan tetapi, kata Kapolsek dari tim Satgas Covid-19 langsung untuk menjaga keselamatan balita tersebut dengan mengawal balita tersebut dibawa ke rumah sakit Abdul Manap. 

"Dan sudah ditangani di RS Abdul Manap dan sudah sehat. Mudah-mudahan cepat sembuh dari penyakit Covid-19," harapnya. 

Dirinya berharap, agar kedepan tidak ada lagi penolakan pasien terutama pasien covid 19, apalagi yang masih tergolong Balita. 

"Kita sama-sama bekerja mulai dr RS, Pemerintah, TNI-Polri. Maka dari itu bekerja untuk kemanusiaan dan kedepannya pelayanan lebih baik lagi," tutupnya. 

Untuk diketahui, Kejadian tersebut berawal dari pasien Balita yang berinisial AZ (2,9 tahun) yang mengalami kejang-kejang dan demam dibawa oleh orangtuanya ke Rumah Sakit Theresia untuk dilakukan pengobatan, sesampai di Rumah sakit Balita tersebut mendapatkan pengobatan awal. 

Setelah itu, pihak rumah Sakit melakukan rapid tes antigen kepada Pasien Balita tersebut dan hasilnya reaktif atau positif Covid-19. 

Alhasil pasien balita tersebut langsung di tolak rumah sakit, dan pihak rumah sakit beralasan kamar untuk pasien Covid penuh.