Sarolangun -Puluhan Buruh dan Masyarakat Mandiangin Menggelar Unjuk Rasa Di Depan Kantor Bupati Sarolangun dan di lanjukan Ke Kantor DPRD Sarolangun Pada Hari Senin 19/12 2022
Aksi Demontrasi yang dilakukan buntut dari Pemutusan hubungan kerja secara massal Oleh perusahaan jasa pertambangan Batu Bara PT. Benal Aiti Bara Perkasa (BABP) Terhadap Puluhan karyawan dari Desa rangkiling simpang Desa rangkiling dan Desa Pemusiran.
Dalam aksi Demontrasi yang di lakukan oleh Koalisi masyarakat dan buruh ini menyampai beberapa tuntutan yang di ketuai oleh Kordinator aksi asmara Cs,
Dalam orasinya asmara meminta agar pihak Perusahaan membayar upah karyawan dan Ganti kerugian atas sisa kontrak para karyawan Yang masih aktif ketika di PHK , Selain itu dia juga meminta PJ bupati Kabupaten Sarolangun membentuk tim terpadu mulai dari Dinas lingkungan hidup, Disnakertrans Dan DPMPTSP untuk melakukan audit soal PHK massal,Soalnya Perizinan limbah B3 dan Limbah cair dan izin IUJP yang dimiliki oleh Perusahaan PT Benal Aiti Bara Perkasa dan Reklamasi lobang tambang."Beber Asmara".
Setelah Berorasi sekitar satu jam Pendemo terus di kawal oleh Keamanan dari kepolisian Polres Sarolangun dan Dipertemukan dengan kepala Dinas Disnaker H. Sekwan di dampingi oleh kasat intelkam Untuk Menemui para buruh.
Kadis Dinasker berjanji dan siap menerima perjanjian Para buruh terkait apa Yang menjadi perjanjiannya dan Pada hari Ini Kita telah memanggil pihak dari Perusahaan PT.Benal aiti bara bara, namun mereka minta Akan hadir pada jam 11 nanti"terang sekwan".
Setelah mendapat jawaban dari kadis Disnaker Pihak Pendemo Melaui Kordinator Asmara" meminta ketegasan Dinasker kepada Pihak Perusahaan Agar di minta untuk membayar upah dan merialisasi ganti kerugian sisa kontrak Pkwt 8 orang karyawan yang di PHK sesuai Dengan bukti yang telah diserahkan kepada Pihak Disnaker"Tegas asmara".
Hari yang Sama Berperkara dengan buruh dan Masyarakat Melanjutkan aksinya di gedung DPRD dan Menyampaikan tuntutan yang sama.
Setelah Berorasi Selama Kurang dari 1 jam para pendemo di temui Oleh sekwan efrianto. Sekwan Efrianto menyampaikan permohonan maaf di karnakan Ketua DPRD H. Tantowi Jauhari sedang tidak ada di tempat, Karna sedang di Jakarta dan anggota komisi III juga Tidak ada di tempat apa namun yang telahDisampaikan dalam gugatan para penggugat ini Kita akan tindak lanjuti"Ungkap Sekwan"
Kami akan serius mengambil sikap tuntutan para buruh Ini apa lagi yang terjadi di kampung halaman maka dari itu Saya juga mohon sampaikan semua dukumen Untuk kita tindak"lanjutnya".
Setelah mendengar jawaban dari sekwan Para buruh dan masyarakat menerima dan Siap memberikan dukumen yang di mintak Oleh pihak DPRD .dan akhirnya membubar Diri dengan tertibkan (Gun)