Jambi - Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Provinsi Jambi berhasil menyabet 11 medali dalam kejuaraan Arung Jeram dunia Silokek di Sijunjung, Padang, yang digelar pada 10 - 15 Oktober 2019 lalu.

Dari 11 medali tersebut, FAJI Jambi yang menurunkan 4 tim terdiri dari 3 tim putra dan 1 tim putri ini berhasil membawa pulang sebanyak 6 perak dan 5 perunggu.

Ketua FAJI Jambi Pontas Sitanggang mengatakan, sebenarnya target hanya untuk memberikan pengalaman kepada atlet di kejuaraan internasional. Akan tetapi, seluruh atlet tampil all out sehingga kemenangan yang didapat diluar dugaan. 

"Ini diluar prediksi kita, atlet ini bisa mendapatkan 11 medali," ujarnya, kepada wartawan di Kedaung Daun Bakung, Minggu (17/11/2019).

Dijelaskan Pontas, padahal tim-tim yang turun dalam kejuaraan dunia open ini termasuk tim profesional dengan tingkat pengetahuan arung jeram yang tinggi hingga safety yang mumpuni, jauh diatas rata-rata atlet yang ikut dari Jambi.

"Syukurlah ternyata kita bisa mengimbangi tim - tim profesional lainnya," tandasnya.

Sementara itu, pelatih FAJI Provinsi Jambi Edi Candra menyebutkan, jumlah tim yang mengikuti kejuaraan dunia Silokek sebanyak 48 tim baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

"ada empat negara yang mengikuti lomba ini yaitu Indonesia, Malaysia, Republik Ceko dan Ceko Slovakia," sebutnya.

Untuk kelas yang dilombakan dalam kejuaraan arung jeram dunia Silokek ini yaitu kelas R4 atau pendayung 4 orang terdiri dari semua divisi yaitu Youth, Junior, Open dan Master. 

"Pada saat itu, Jambi mengirimkan 2 tim youth putra, 1 junior putra dan 1 junior putri," jelasnya. 

Adapun rute yang ditempuh tim untuk mengikuti kejuaraan tersebut, jarak pendek seperti Sprint, Head to head dan slaloom sekitar 250 meter dan untuk jarak jauh sekitar 9 kilometer.

Ia berharap arung jeram dapat menjadi corong Pemerintah Provinsi Jambi untuk membantu pengembangan pariwisata dan olahraga. 

"Apalagi event arung jeram ini sangat bermanfaat. Melalui pembinaan dan pengembangan atlet jambi, kita bisa berbicara di kancah internasional," tandasnya. (uya)