SAROLANGUN-Kapolres Sarolangun AKBP Anggun Cahyono, Sik bersama Pejabat Bupati Sarolangun Hendrizal, Spt, MM dan Dandim Sarko diwakili Pabung Kompol Abd Aziz, Asisten 1 Drs. H. Arief Ampera MM, PJU Polres Sarolangun dan personil membagikan ratusan lembar bendera merah putih secara gratis kepada masyarakat kalangan bawah.
Pembagian bendera merah putih ini dilaksanakan di Kecamatan Limun, Senin (08/08/2022). Bendera merah putih ini dibagikan kepada para pedagang, tukang ojek dan seluruh masyarakat yang melintas di Kecamatan Limun.
Sebagian besar pedagang yang menerima bendera ini, langsung mengibarkannya dengan menggunakan bambu yang ada di lapaknya, maupun memasang pada kendaraannya Kapolres Sarolangun mengatakan pembagian bendera ini dilakukan dalam rangka menyemarakkan HUT ke-77 Republik Indonesia.
"Dengan pembagian bendera ini, kita berharap masyarakat bisa merasakan semarak perayaan HUT Ke-77," sebutnya.
Selain itu juga untuk mendukung gerakan 10 juta bendera merah putih di seluruh Indonesia. "Juga untuk mendukung Gerakan Membagikan 10 Juta Bendera Merah Putih di seluruh Indonesia," katanya.
Bendera yang dibagikan ini, kata Kapolres, diperoleh dari Pejabat Bupati Sarolangun untuk masyarakat. "Pemerintah Kabupaten Sarolangun sendiri telah menerima 1000 bendera hasil swadaya dari masyarakat," tuturnya.
Selain di Desa Pulau Pandan Kecamatan Limun, Bendera ini nantinya akan dibagikan juga kepada masyarakat yang belum memiliki bendera di sejumlah daerah.
Diharapkan agar bisa lebih mendalami dan mencintaan negara kita Indonesia "Bendera ini akan dibagikan secepatnya, agar bisa segera dikibarkan hingga akhir Agustus ini," tuturnya.
Bupati Sarolangun itu juga menambahkan, kesempatan untuk berpartisipasi dalam gerakan bagi bendera ini masih dibuka.
"Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam gerakan 10 juta bendera ini, bisa langsung membawa bendera merah putihnya ke Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik di Kabupaten Sarolangun," tutupnya.
Salah satu tukang ojek, yang menerima bendera pun mengaku sangat senang. Sebelumnya dia jarang mengibarkan bendera karena rumahnya yang tersembunyi.
"Rasanya senang dapat bendera baru, sebentar kalau pulang langsung saya pasang di rumah. Sebelumnya jarang, selain karena bendera yang saya punya sudah tua, rumah saya juga tersembunyi," pungkasnya(Gun)