KUALATUNGKAL,Halojambi.id-Kabupaten Tanjungjabung Barat tergolong wilayah yang memiliki potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau adalah tergolong tinggi sesuai kondisi georafis wilayah ini masih memiliki hamparan hutan dan lahan beratus-ratus hektar.
Namun pihak Badan Penanggulan Bencana Daerah Tanjungjabung Barat memprediksi sesuai dengan kajian tentang prediksi bencana dari Badan Penanggulan Bencana RI telah diketahui untuk bulan-bulan di penghujung tahun ini resiko tinggi bahaya Karhutla terminimalisir oleh masuknya musim penghujan Oktober hingga awal tahun depan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanjungjabung Barat Drs. Zulfikri kepada Halojambi.id di ruang kerjanya Kamis (27/10) mengungkapkan bahwa resiko tinggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya dengan datangnya musim hujan.
" Berdasarkan hasil kajian oleh Badan Penanggulangan Bencana RI tingkat resiko tinggi jenis bencana kebakaran hutan dan lahan menurun, namun untuk antisipasi Karhutla Posko Pengendalian Karhutla sebelumnya diposisikan di Kecamatan Bentara desa Muntialo" ujar Bang Zul, panggilan akrab pria yang merupakan Kaban PBD Tanjabbar.
Puncak musim hujan akan terjadi menurut Bang Zul pada Februari tahun depan, namun pihaknya tetap siaga dan mewaspadai kondisi lainnya berupa potensi bencana banjir yaitu luapan air terjadi terhadap beberapa kecamatan di Tanjungjabung Barat bagian hulu yaitu kecamatan Batang Asam dan Muara Papalik akibat tingginya curah hujan.
" Tiga wilayah ini berpotensi banjir dimusim hujan, pemantauan berkala akan dilakukan di wilayah ini mengingat masuknya musim penghujan pada penghujung tahun hingga awal tahun depan," sebutnya.
Resiko Karhutla menurun untuk saat ini dikatakan Zulfikri pihaknya telah menarik fungsi Posko Karhutla dari Desa Muntialo." Fungsi Posko Pengendalian Karhutla telah ditarik dan dikembalikan ke Posko induk di Kantor BPBD Tanjabbar," kata Bang Zul.
Sebelum menutup keterangannya Bang Zul mengatakan bahwa pihaknya mencatat wilayah resiko tinggi Karhutla di Tanjungjabung Barat terdapat pada tiga Kecamatan yaitu Pengabuan, Batang Asam dan Betara. "Namun untuk Kecamatan Tungkal Hilir memiliki resiko tinggi terhadap kebakaran gedung, perumahan dan bangunan," ucapnya menutup keterangan. (ifa)