Jambi - Manajemen Program Kartu Prakerja dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia mengadakan pertemuan alumni di Provinsi Jambi untuk menilai dampak positif program tersebut.
Direktur Kemitraan, Komunikasi, dan Pengembangan Ekosistem Prakerja, Dwina M Putri, menjelaskan bahwa sebelum acara temu alumni, pihaknya mengadakan diskusi untuk menggali wawasan dari alumni terkait manfaat yang dirasakan serta kebutuhan pelatihan untuk angkatan kerja di Jambi.
"Temu alumni ini juga melibatkan berbagai komunitas di Jambi agar lebih banyak kolaborasi ke depannya," ujarnya.
Selama acara, alumni berbagi cerita mengenai transformasi hidup setelah mengikuti pelatihan Kartu Prakerja. PMO Kartu Prakerja bekerja sama dengan Pemprov Jambi untuk mendengarkan pengalaman sukses para alumni.
Dwina mengungkapkan, hingga saat ini terdapat lebih dari 360 ribu alumni Prakerja, dengan 12 persen di Jambi yang sebelumnya menganggur kini telah bekerja, sementara 12 persen lainnya memulai usaha sendiri.
Ke depan, program-program yang relevan akan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan industri, sejalan dengan tujuan Indonesia Emas 2024. Pelatihan luring juga menjadi kemungkinan yang terbuka di Jambi.
Neil Efryano Prayoga, Direktur Hukum, Umum, dan Keuangan Prakerja, menegaskan bahwa masukan dari alumni akan ditindaklanjuti untuk membuat pelatihan lebih sesuai kebutuhan.
Salah satu alumni, Hujaipah, berbagi kisahnya setelah mengikuti pelatihan baking. Kini, ia memiliki outlet donat bernama "Donat Aidoo" dan telah mempekerjakan karyawan. "Dampak positif Prakerja sangat nyata, pelatihan ini mengubah hidup saya," tuturnya.