Hari itu Halojambi.Id Sabtu (17/11) sengaja berkunjung ke lokasi tepi perairan di Jalan Harapan Kelurahan Tungkal Harapan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kuala Tungkal tempat kapal milik Mabes Polri Anis macam 4002 bercat putih bersandar di perairan tersebut, kapal ini tampak “gagah” di atas aliran Sungai Pengabuan ada seseorang yang akan ditemui tengah berada di atas kapal.

Halojambi.id bermaksud ingin “mengorek” kisahnya sebagai pengemban tugas Bhayangkara Bahari, mengawal negara di alur laut perairan nusantara dari segala kegiatan kejahatan yang menganam ketertiban masyarakat. Dia IPDA Subriana Aminudin, S.ST.Pel. di dampingi sang Komandan KP Anis Macam-4002 Mabes Polri, IPTU Julius Marlon Gawe S.I.K, MH dengan ramah menemui Halojambi.id dan berlangsung-bincang-bincang dalam suasana alam perairan nan indah di udara siang yang tidak terlalu panas, angin laut bertiup sepoi “menyapa” kehadiran Halojambi.id di sini yang sedang berbincang akrab dengan para personal Pol Airud KP. Anis Macan 4002.

Mengawali kisah inspiratif yang ingin Halojambi ketahui dari IPDA Subriana Aminudin terkait pengalaman selaku anggota Pol Airud, insan Bhayangkara Bahari yang berkeliling Nusantara RI mengawal dan mengamankan perairan dari kegiatan illegal, mengawali cerita tentang pengalamannya dalam memberikan baktinya pada negara, mengamankan teritorial perairan di wilayah penugasannya IPDA Subriana mengaku pernah “membekuk” tersangka pelaku penyulupan baby lobster (BBL) hingga gagalkan dipasarkan secara “gelap” benih biota laut yang “diharamkan” oleh negara untuk menjadi komoditi perdagangan internasional, pristiwa tersebut belum lama terjadi menurutnya yaitu pada 10 Mey 2024.

“Kami dari Kapal Polisi Anis Macam bersama gabungan Subdib Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, berdasarkan informasi dari Intel Pol Airud kami melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana penyeludupan baby lobter berasal dari pulau Jawa dan Lampung, kita berhasil menemukan pelaku berlokasi di Jalan Kalibatas Kota Jambi terdapat barang bukti beserta kendaraan yang membawa pelaku di mana di dalam kendaraan pertama Avanza membawa benih lobster 7 box berisi 35 ribu ekor baby lobster (BBL),” ujar IPDA Subriana mengawali kisah “heroik” dirinya berhadapan dengan pelaku kejahatan perikanan tersebut.

Melanjutkan kisah kronologis kasus penyeludupan baby lobster IPDA Subriana bertutur bahwa tidak hanya satu unit kendaraan pembawa baby lobster yang ditemukan, dirinya bersama Tim Subdib Gakkum lainnya melalui pengembangan penyelidikan yang dilakukan terhadap dugaan tindak pidana bidang perikanan tersebut terdapat 1 unit kendaraan Avanza yang dikendarai oleh ATH dan A (sopir cadangan) setelah dilakukan penggeledahan dikendaraan ini ditemukan puluhan ribu lagi baby lobster yang terkemas atau dipacking menggunakan styrofoam 24 box.

“Jadi barang bukti yang kita temukan kala itu di mobil kedua yaitu sebanyak 24 box dalam kemasan Styrofoam berisi 124.510 BBL jenis Pasir dan 1.174 ekor BBL jenis Mutiara, seluruh BB yang ditemukan segera disita dari tersangka pelaku dan ini diperkirakan kerugian negara sebesar Rp. 25.195.500.000 (Dua puluh lima miliar seratus sembilan puluh lima juta lima ratus ribu rupiah),pelaku dijerat dengan pasal 92 jonto pasal 26 ayat 1 undang-Undang Nomor 45 tahun 2019 atau peraturan Perundang-undangan nomo 31 tahun 2020 tentang Perairan sebagaimana yang telah diubah dalam pasal 27 angka 26 UU Nomor 6 tahun 2023, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti undang-undang Nomor 2 tahun 2020,” ungkap pria usia 38 tahun silam ini.

Bincang-bincang hangat Halojambi.id di atas deck Kapal Anis Macam 4002 milik Mabes Polri berlangsung dalam panorama perairan Sungai Pengabuan yang tenang terlihat sekali-sekali elang laut tampak mengitari haluan kapal, mengintai mangsanya yaitu biota-biota laut yang muncul dipermukaan peraiaran persekitaran kapal bersandar.

Menguraikan kembali kasus penyeludupan BBL, IPDA Subriana mengatakan dari pengakuan tersangka pelaku yang berniat akan membawa benih lobster yang berasal dari wilayah-wilayah di pulau Jawa dan Lampung ke Kuala Tungkal guna menaiki speed boat yang selanjutnya akan dibawa ke Singapura.

“Rencananya tersangka pelaku akan transit di Kuala Tungkal selanjutkan hendak diseludupkan ke Singapura diantara benih lobster tersebut ada juga berasal dari Suka Bumi Jawa Barat, setelah menangkap tersangka pelaku kami menyerahkan penanganan kasus lebih lanjut ke pihak Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri,” ucap lelaki yang telah bergelar sebagai ayah dari seorang anak ini.

Beralih kepada kisah lain tentang arung samudera Indonesia yang telah dijelajah selama 18 tahun menjadi Bhayangkara Bahari IPDA Subriana mengemukakan ada pengalaman-pengalaman berkesan saat bertugas di wilayah perairan Nusa Tenggara Barat NTB di sana dirinya pernah berhadapan dengan pelaku Bom Ikan hingga dihadang sekelompok orang.

” Alhamdulillah setelah dijembatani dengan komunikasi yang baik pelaku dan barang bukti bisa diserahkan kepada ke Polres setempat,” sebut sang Perwira Bhayangkara Bahari ini dengan nada tegas.

Deretan panjang nama-nama kepulauan di Indonesia yang disebutkan Sang Perwira Bhayangkara Bahari ini kepada Halojambi.id yang dirinya pernah melakukan tugas menjaga Perairan dengan kapal Mabes Polri yaitu diantaranya perairan di wilayah perairan Banten Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Papua, Papua Barat dan Papua Pegunungan.” Dari Kalimantan Tengah, lalu ke Bangka Belitung, Kepri, Sumatera Selatan dan sekarang di Jambi,” kata lelaki yang memiliki jabatan Perwira Navigasi dan Operasional KP. Anis Macan-4002 ini.

Suka duka dirinya sebagai Bhayangkara Bahari yang karena tugas harus meninggalkan istri dan anak selama berbulan-bulan di perairan menyatakan sangat merindukan kehidupan di “darat” bersama keluarga namun tugas abdi negara harus dijalankan sehingga harus mampu mengelolah stress saat terlalu lama di laut.

” Ya tentu tidak dipungkiri berada di laut mempengaruhi pikiran, kerinduan terhadap keluarga, anak dan istri sangat bisa membuat kita stress, namun demi tugas semua bisa dilalui dengan baik,” tutur pria asal Sumedang ini.

Mengenai wilayah tempatnya bertugas di perairan Pantai Timur Provinsi Jambi, dirinya Bersama personal KP Anis Macan 4002 telah membina kebersamaan dan silaturrahmi dengan masyarakat di wilayah Kecamatan Tungkal Ilir yaitu melalui Masyarakat Nelayan Binaan berlokasi di Kelurahan Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Tanjung Jabung Barat.

“Kalau hubungan dengan Masyarakat sekitar wilayah perairan ini kita membina hubungan baik, personal Pol Airud membangun kedekatan dengan masyarakat nelayan binaan bahwa dalam program-program yang kita laksanakan, kita menyampaikan pesan Kamtibmas, Alhamdulillah berkat hubungan baik dengan masyarakat apa yang disampaikan diterima dengan baik, kita ingatkan adanya peraturan yang tidak membenarkan menggunakan alat tanggap yang mengancam lingkungan perairan, selain itu di sini cukup tinggi kerawanan kecelakaan di laut, telah tiga kali ada kecelakaan terhadap nelayan yang tercebur ke laut dengan kondisi cuaca tidak menentu, kita berperan aktif membantu jika terjadi kecelakaan terhadap nelayan.”

Pada ujung perbincangan tentang pengalamannya dalam arung samudera Indonesia IPDA Subriana menyebutkan wilayah perairan paling rawan dan menantang yaitu kawasan perairan Papua, terkadang kondisi perairan tidak kondusif. Namun dirinya selama berkarier sebagai Pol Airud mendapatkan banyak pengkayaan pengalaman yang memperkuat karakater selaku Perwira Bhayangkara Bahari selama bertugas sebagai polisi tahun 2007 dengan 18 tahun berkeliling perairan dan sempat di tahun 2013 mengikuti Pendidikan di Kepolisian.

“Saya pernah di perairan Kalbar berhadapan dengan kapal asing asal Vietnam yang melakukan pencurian ikan di Laut Natuna, tindakan illegal fishing ini kita gagalkan juga, kemudian kasus pencurian batu bara di perairan Kaltim dan saya lupa tahun berapa di Sulawesi Tenggara berhadapan dengan pelaku illegal logging waktu itu dan berhasil menangkap pelaku dan kita teruskan proses hukum selanjutnya melalui kepolisian setempat,”bilang IPDA Subriana kepada Halojambi.id.menutup keterangannya.

Kisah yang tersampaikan dari penuturan IPDA Subriana Aminudin, S.ST.Pel semoga menjadi motivasi bagi banyak orang untuk berbakti pada Masyarakat, bangsa dan negara dalam menjalankan tugas yang diemban dengan tulus dan penuh tanggung jawab. Halojambi.id mengakhiri bincang-bincang di atas kapal Anis Macan 4002 bersama IPDA Subriana dengan beruluk salam dan berucap terima kasih telah berbagi kisah untuk disampaikan kepada pembaca. (MUSDALIFAH RACHIM)