Pihak LH Harus Bertanggung Jawab

Muara Tembesi - Kondisi Taman Remaja Muara Tembesi Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Muara Tembesi yang dibangun dengan dana milyaran rupiah beberapa waktu yang lalu, sekarang kondisinya sangat memilukan. Taman yang dibangun melalui anggaran pusat yang diperuntukan bagi penghijauan dan tempat wisata bagi masyarakat ini, banyak lapak yang disediakan pemerintah, tidak berfungsi dan tidak terawat. Tanaman banyak yang meranggas kekeringan. Malahan, disinyalir, malamnya menjadi tempat anak punk bermabuk-mabukan dan menjadi tempat mesum. 

Pantauan Halojambinews, Senin (27/05/2019), tiang lampu taman ini, sudah ada yang patah. Tenda lapak yang dulunya berjejer, sudah ada dipindahkan oknum ke tempat lain, yang notabenenya merupakan taman rumput, sehingga banyak rumput yang mati. Malahan, besi penyangga tong sampah, banyak yang hilang dan dijadikan tiang pentas pondok beratapkan rumbia oleh oknum pedagang. 

Salah seorang pedagang yang menempati ruko bekas terminal tersebut, mengatakan, bahwa tiang besi tersebut dipakai oleh oknum pedagang taman berinisial TS, untuk dibuat tiang pentas pondok tersebut. 

" Tiang tersebut untuk besi penyangga pentas pondok tersebut. Mungkin mau dijadikan panggung dangdutan untuk malam, Bang" katanya yang enggan menyebutkan nama. 

Dikatakannya lagi, oknum tersebut, seharusnya menjaga taman remaja supaya berfungsi dengan baik dan dapat dinikmati oleh pengunjung. 

" Ini tidak. Seakan-akan oknum tersebut sudah merasa memiliki areal milik pemerintah tersebut. Saya harap, dinas terkait Pemkab Batanghari, dapat turun melihat taman remaja yang dibangun dengan uang rakyat ini" ucapnya tegas. 

Melihat kondisi ini, Ketua LSM Nusantara, Wistaria, meradang dan mengatakan dinas terkait yang bertanggungjawab terhadap Taman Remaja Muara Tembesi ini tidak ada kontrol sama sekali. 

" Ini semuanya karena kurangnya pengawasan dan kontrol dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batanghari. Dinas tersebut harus bertanggungjawab" ungkap Wistaria marah. 

Selaku LSM yang mengurus persoalan masyarakat banyak, dirinya mengharapkan Pemkab Batanghari, dalam hal ini Dinas LH, harus dapat selalu komunikasi dengan pedagang yang menempati area taman remaja tersebut agar dapat menjaga aset pemerintah yang dibangun dengan uang rakyat yang tak sedikit. 

" LH jangan hanya diam. Jangan lepas tangan. Saya dan anggota akan mendatangi LH untuk menanyakan ha tersebut" pungkas Wistaria. 

Sementara itu, Kepala Dinas LH Batanghari, Parlaungan Nasution, ketika dikonfirmasi terkait masalah ini melalui seluler, handphonenya tidak aktif. (Fri)