Batanghari - Kabupaten Batanghari, ternyata banyak menyimpan kekayaan yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Kekayaan ini dalam bentuk tempat wisata alam yang belum terjamah sama sekali. Salah satunya yakni Danau Putri Berembun yang terletak di di RT 07 Dusun Pulau Desa Rambutan Masam Kecamatan Muara Tembesi. 

Danau alam yang luasnya lebih kurang 10 hektar ini, dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor, setelah menyeberang dari Rambutan Masam memakai perahu ketek ke Dusun Pulau. Menelusuri jalan setapak yang sudah dibeton sejauh 2 km dari pinggiran Sungai Batanghari, maka akan disambut dengan semilirnya angin sejuk dari pepohonan sekeliling danau. 

Menurut warga setempat, Mahmud (66), di dampingi putranya Zam (20), konon dahulu kala, setiap pagi hari dimana cuaca masih dingin dan berembun, banyak para bidadari yang mandi di danau tersebut. 

" Pada sekitar tahun 50-an, sekeliling danau ini masih banyak ditumbuhi Pohon Rengas dan Sepang. Nah, pada setiap pagi hari tatkala cuaca masih dingin dan banyak embun, para bidadari tersebut mandi dengan gembira sambil tertawa bersenda gurau. Suara tertawa mereka, jelas terdengar oleh datuk dan nenek kami dahulu. " ungkap Mahmud. 

Namun, pada tahun 60-an, ketika sudah banyak warga yang bertempat tinggal di pinggir danau, para bidadari tersebut, jarang dijumpai terlihat sedang mandi.

" Melihat sudah banyak warga yang bertempat tinggal di pinggiran danau, kebiasaan mandi di pagi hari oleh para bidadari tersebut menjadi berkurang. Malahan ada yang hanya sebulan sekali. Sampai sekarangpun, kami masih dapat melihat mereka mandi bersama walaupun sembunyi-sembunyi" kata Mahmud lagi. 

Danau Putri berembun ini, banyak sekali terdapat ikan yang juga dijadikan sumber penghidupan warga sekitar, seperti Baung, Lais, Lambak, patin, Tebakang dan Patin.

" Warga memakai perahu untuk menangkap ikan dengan pancing maupun jala. Yang langka di sini adalah ikan Toman." sambungnya. 

Selaku warga, dirinya sangat mengharapkan Pemkab Batanghari maupun Pemrov Jambi agar dapat menggarap danau ini sebagai tempat wisata karena danau ini adalah merupakan aset berharga. 

" Saya mewakili warga, alangkah baiknya kalau pemerintah daerah memperhatikan aset wisata ini serta menggarapnya. Nantinya, mampu menjadi pendapatan asli daerah, serta mendongkrak tingkat kehidupan warga sekitar" pungkas Mahmud. 

Danau ini, juga menyimpan mistis. Pernah ada sekelompok remaja putri berperahu serta mandi-mandi sambil teriak kegirangan, tidak berapa lama berapa orang di antara kelompok tersebut mengalami pingsan dan kejang-kejang. 

" Di danau ini, siapa yang datang mengunjungi, apalagi berperahu maupun mandi, tidak boleh takabur apalagi sombong. Pernah juga ada yang datang, namun menebang pepohonan sepang di pinggir danau, tak lama kemudian, pingsan" terang Zam. 

Danau Putri Berembun ini, memang penuh pesona. Alam di sekelilingnya masih asli dan menebarkan hawa sejuk. 

Tidak hanya menjadi tempat mandi para bidadari, tetapi juga tempat bersantainya para dewa. (Fri)