Sarolangun - Pasca keributan yang terjadi di SMKN 4 Sarolagun ,Selasa (23/7) antara salah satu murid siswa kelas dan alumni bernama Randa diselesaikan pihak sekolah secara dama melalui adat.
Dalam inseden ini Randa sebagai kakak kandung murid kelas 3 robek di pergelangan tangan dengan kena barang senjata yang belum di ketahui luka kena senjata apa, dengan adanya permasalahan ini kepala sekolah (KEPSEK) SMK 4 Safuan anggat bicara dengan adanya insiden di sekolah yang dibawah kepimpinannya.Jum'at(26/7)
Menurutnya kejadian itu bersifat insiden diluar kendali kito, kejadiannya sekitar pada puku 13:30 wib sangat cepat terjadi.
" Memang diluar kendali kita dengan kontak fisik antara pihak wali murid bisa di katakan kakaknya murid kami dengan murid kelas tiga, terkait mungkin adanya yang tidak senang dengan kelakuan teman adiknya datang ke sekolah ketemu dengan yang bersangkutan langsung komfirmasi malah gak sempat komfirmasi dan terjadi keributan, kejadiannya sangat cepat" kata Safuan di ruang kerjanya.
Menurut berita dari saksi sangat cepat paling berapa menit langsung kontak fisik karna ada satpam yang jaga langsung di pisahkan dengan adanya kontak fisik.
"Maka terjadi lah korban salah satu wali tersebut atau kakaknya murid kami maka kami ambil tindakan dari sekolah karna lokasinya disekolah si korban kami obati sikorban," ujarnya.
Maka langkah dari sekolah anak-anak tadi kami panggil orang tuanya ." Rabu kemaren sudah sepakat berdamai kedua belah keluarga dan sepakat permasalah itu di selesaikan di sekolah kemudian luka nya di kebalikan aturan sekolah dan balik pegang pakai adat kito"bebernya.
Lanjutnya,Kalau untuk senjata yang melukai korban sampai sekarang kita belum tau apakah kena teralis pagar apa kena pecahan kaca karna kejadiannya sangat cepat.
"Kedepannya apapun kejadian di sekolah itu semua ada sangsinya karena kita semua ada aturan sekolah baik itu membawa sajam, narkoba maupun keributan, karena kami pihak sekolah selalu mengadakan dua minggu sekali razia disetiap kelas"tambahnya.(Gun)