Jambi - Tak ada rasa bangga bagi orangtua selain keberhasilan anaknya dalam menempuh hidup. Begitu juga yang dirasakan Sandi (53). Bekerja sebagai buruh bangunan, Sandi tak banyak berharap untuk mengantarkan anaknya ke jenjang pendidikan tinggi. Keterbatasan ekonomi menjadi halangan.

Tapi siapa sangka, anak sulung laki-lakinya yakni Fajar Sultan Ramadana berhasil lulus menjadi anggota Polri, melalui tes di Polda Jambi. Rasa tak percaya Sandi ini tak lepas dari rumor yang sering didengarnya, bahwa masuk menjadi anggota Polri memerlukan banyak dana dan intrik.

Sandi pun mengisahkan awal anaknya minat menjadi Polisi. Saat itu, dirinya menonton televisi bahwa seleksi Polri gratis.

"Jadi di TV katanya masuk polisi sekarang tidak ada biaya, nggak pakai uang lagi. Tapi sempat ragu apa iyo memang bersih, kareno banyak omongan yang bikin kami dak yakin yang bikin kami goyang."

"(Saya bilang ke anak) Abang, kata Kapolda itu bersih tanpa dipungut biaya. Pokoknya apa yang terjadi kita yakin dengan kemampuan sendiri, dengan segala daya upaya. Yang penting kita yakin dengan kemampuan kito, kito terus berjuang," ujar Sandi mengisahkan saat memotivasi anaknya.

Sandi yakin, dengan kemampuan sendiri, dengan segala daya upaya dan terus berjuang maka hasil terbaik akan didapat. Ia mengingat bagaimana orang sering memandang rendah keluarganya. 

"Ibarat batang berendam dalam lumpur, dalam air mambang. Saya bilang, Abang tu anak paling tua. Jadilah contoh yang bagus, yang baik. Jadilah seorang pejuang, kalau bisa bangkitkan batang terendam tu. Bangkitkan nama baik keluarga yang sudah lama dicemooh orang," jelasnya, Minggu (4/8/2019) siang di lokasi kerjanya.

"Alhamdulillah ya Allah. Akhirnya, antara pecayo dan idak pecayo, anak kami berhasil juga. Itulah kenyataan, dengan tekad anak kami yang kuat."

"Bagi siapapun orang tua yang dak yakin, katonyo masuk polisi pakai duit, itu dakdo. Hanya modal doa dan tahajud, anak kami berhasil. Memang akhirnya terbukti, sampai sekarang dakdo yang hubungi Sayo minta duit.

"Alhamdulillah, janji Kapolda memang ditepati. Terima kasih pak Kapolda, kepada panitia yang menyelenggarakan, anak Kami biso lulus. Untuk generasi selanjutnya silakan ikuti seleksi kepolisian karena kami bersih. Mudah-mudahan selanjutnya pun kita bersih, yang penting ada tekad, percayo pada kemapuan diri sendiri," pungkasnya. (*/uya)