Batanghari - Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Batanghari, dari Januari sampai Agustus 2019, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Batanghari mencapai 69,59 hektar dengan total 52 titik api.

Kecamatan Pemayung menduduki posisi pertama karhutla sebanyak 34,63 Hektar dan Muara Bulian sebanyak 13,04 Hektar.  

Sementara itu Kecamatan Bajubang 8 Hektar, Mersam 7 Hektar, Muara Tembesi 4 Hektar, Pemayung 2,5 Hektar, Maro Sebo Ulu 1,5 Hektar dan Maro Sebo Ilir 0,4 Hektar. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batanghari, melalui Sekretaris Samral Lubis, Kamis (08/08/2018) di ruang kerjanya. 

" Dari Januari sampai Mei 2019, dimana terjadi peralihan musim hujan ke musim kemarau, karhutla tidaklah signifikan, hanya 11 Hektar. Itupun hanya di 3 kecamatan, yakni Muara Bulian, Muara Tembesi dan Bajubang. Bulan Februari dan April, tidak ada karhutla " kata Samral. 

Memasuki musim kemarau di bulan Juli, yang suhu mencapai 36 derjat celcius, karhutla terjadi di 7 kecamatan minus Maro Sebo Ulu, menghanguskan hutan dan lahan sebanyak 24,63 Hektar. 

" Mulai Juli, suhu mencapai 36 derjat celcius, kebakaran hampir rata di setiap kecamatan, minus Bajubang" ujarnya. 

Mewakili Pemkab Batanghari, Samral mengharapkan kepada seluruh masyarakat Batanghari dapat menjaga lingkungan masing-masing, jangan membuka lahan dengan cara membakar dan jangan buang puntung rokok sembarangan. 

" Mari kita sama-sama menjaga lingkungan di sekitar kita masing-masing, dan bersama kita cegah timbulnya karhutla" pungkas Samral Lubis. (Fri)