Merangin - Pemuda Desa Titian Teras Kecamatan Batang Masumai menyegel Kantor Kepala Desa Selasa malam (10/9) Penyegelan ini dilakukan, lantaran pemuda menuntut penyelesaian dugaan kasus asusila yang dilakukan Kepala Desa, Mas'ud, terhadap isteri tetangganya pada Juli lalu.

Bahkan, atas dugaan kasus ini, Kepala Desa telah didenda adat berupa 2 ekor kambing dan 40 gantang beras oleh pihak Lembaga Adat Desa.

"Sampai sekarang belum ada penyelesaian, makanya kami melakukan penyegelan," ungkap tokoh Pemuda Titian Teras, Darimi, saat ditemui di kediamannya.

Untuk itu, Darimi mewakili pemuda menyebutkan, kalau jika permasalahan belum juga diselesaikan, maka kantor Kepala Desa tetap akan disegel.

"Kalau belum ada penyelesaian, ya belum bisa dibuka terkait penyegelan masa hanyalah menuntut hutang adat. Ketika hutang adat di bayar masalah selesai itu yang menjadi tuntutan masyarakat. 

Dikarenakan kasusnya sudah berlarut-larut hampir 2 bulan belum juga ada penyelesaian. Maknanya masyarakat bertindak," ujarnya.

Ditempat terpisah, Camat Batang Masumai, Sapwan, yang dikonfirmasi di ruangannya membenarkan penyegelan kantor Kepala Desa Titian Teras tersebut, dan mengatakan pihaknya telah turun untuk membantu penyelesaian kasus, melalui sekcam bersama pihak kepolisian juga.

"Kami sudah turun, dan mendengar langsung dari warga, intinya kami akan membantu memfasilitasi menyelesaikan masalah ini," ujar Camat.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Kepala Desa, Mas'ud, karena ketika didatangi kerumahnya, Ia sedang tidak berada dirumah.(les)