Batanghari - Forum Komunikasi Pemuda dan Mahasiswa (FKPM-BH) Batanghari, menggelar diskusi membahas tentang maraknya hoax serta akun bodong di media sosial jelang pilkada Batanghari 2020, Rabu malam (11/09/2019) di BE Caffe Break BBC Muara Bulian. 

Diskusi yang diikuti puluhan mahasiswa beberapa perguruan tinggi di Batanghari, tokoh politik, dan undangan lainnya, juga menghadirkan bacalon Bupati Batanghari M. Mahdan serta dipandu oleh mantan wartawan senior Sriwijaya Pos dari Kota Jambi M. Hudori. 

Menurut panitia diskusi Muhammad Rabwal, diskusi ini di samping membahas berita hoax, juga membahas maraknya akun bodong di media sosial facebook terkait pilkada serta kiat penepisan akun bodong tersebut. 

" Diskusi malam ini, bagaimana masyarakat bisa arif dan bijaksana dalam menyikapi berita hoax yang lagi hangat-hangatnya saat ini, di samping banyak munculnya akun-akun bodong yang terkait dengan pilkada Batanghari yang akan di gelar 2020 nanti"kata Muhammad. 

Dengan dihadirkannya bacalon bupati Batanghari, M. Mahdan, sekaligus dapat memberikan masukan bagaimana dapat menyikapi tentang berita hoax serta akun bodong tersebut. 

" Hadirnya M. Mahdan, di di samping dapat memberikan pandangan dalam diskusi ini bagaimana kita semua dapat menyikapi dengan baik tentang berita hoax itu sendiri, serta akun bodong yang menjamur" sambungnya. 

Sementara itu M. Mahdan, memberikan apresiasi kepada FKPM-BH karena telah menggelar diskusi ini. 

" Diskusi ini luar biasa. Sudah seharusnya giat diskusi ini dilaksanakan agar masyarakat dapat dengan arif dan bikjaksana menyikapi berita hoax dan akun bodong tersebut" ucap Mahdan. 

Tentang akun bodong yang mengeksploitasi kelebihan tentang seorang kandidat di medsos, M. Mahdan menyebutkan bahwa akun bodong tersebut tidak menjamin kualitas demokrasi. 

" Apa yang ditampilkan akun bodong tersebut tidak menjamin kualitas drmokrasi, malahan akan menjatuhkan elektabilitas kandidat itu sendiri. "pungkas M. Mahdan. (Fri)