KUALATUNGKAL-Pihak otoritas terkait penanggulangan bencana dan aparat keamanan, mengingatkan agar menjaga keselamatan selama berkegiatan di atas perairan bagi masyarakat di Kualatungkal. Setelah pristiwa di kawasan jembatan pendistrian Water Front City (WFC) menelan korban dengan tenggelam dan "hilangnya"nya salah seorang warga kota ini saat berenang di perairan tersebut, Zulfan Ansori remaja (16) beberapa hari lalu dan jenazah korban baru ditemukan setelah empat hari dilakukan pencarian intensif oleh Tim Gabungan ( Basarnas, BPBD, Pos TNI AL, Pol.Air, KP3, Damkar, KSOP dan Babinsa). Sehingga dihimbau masyarakat untuk menggunakan alat-alat keselamatan jika akan beraktivitas di perairan. agar kejadian serupa tidak terulang.

Hal ini dikemukakan oleh Kepala Basarnas Provinsi Jambi Al Husain Al Haris saat dikonfirmasi Halo Jambi Jumat (17/1) sore dua jam setelah berhasil dalam operasi pencarian terhadap korban Zulfan Ansori yang dinyatakan hilang di perairan Sungai Pengabuan (kawasan Water Front City) pada Selasa (14/1) korban tenggelam tersebut ditemukan dalam kondisi telah jadi mayat." Jadi Kita sudah melaksanakan pencarian terhadap korban selama 4 hari ini memasuki hari keempat dari hari pertama pencarian luas pencarian hingga 8 km persegi, korban berhasil ditemukan setelah sholat Jum'at pukul 14.45 Wib, dengan jarak 1,5 Nautical Mile dari LKP, posisi terakhirnya kecelakaan ditemukan oleh Tim SAR Gabungan," ungkap Al Husain.

Lebih lanjut Al Husaini mengemukakan tentang kondisi Kota Kualatungkal yang tepat berada diatas berairan dan sangat beresiko jika beraktivitas warga diperairan dalam kondisi tanpa dilengkapi peralatan keselamatan,sehingga diharapkan masyarakat di wilayah ini dapat meningkatkan kewaspadaan pada saat terjadi air pasang tinggi dengan arus deras seperti saat, "

Jadi yang paling pertama menjaga safety menjaga keselamatan, kalo beraktivitas diperairan sungai atau laut gunakanlah alat-alat safety,kemudian juga bagi orangtua yang mempunyai anak-anak lakukan pengawasan terhadap anak-anaknya pada saat beraktivitas di sungai/laut itu yang paling penting jadi banyak karena yang terjadi selama ini korban tenggelam baik kelalain diri sendiri maupun orangtua." ujarnya.

Sebelum menutup keterangannya Al Husain menghimbau agar warga masyarakat yang melakukan penyerangan laut dan sungai, juga nelayan yang kesehariannya beraktivitas melakukan kegiatan penangkapan ikan di laut atau sungai agar waspada dengan kondisi cuaca di perairan jika terjadi cuaca ekstrim dan gelombang tinggi."Jangan sampai terjadi lagi bukan cuma ini saja saya juga sebenarnya menghimbau kepada masyarakat yang mungkin melakukan penyeberangan para pemilik boat juga para operatornya siapkan alat-alat keselamatan pada saat beraktivitas diperairan, 

maka saya himbau masyarakat supaya berhati-hati menjaga safety, menjaga keselamatan.

Himbauan serupa dikeluarkan pihak Polres Tanjungjabung Barat agar warga masyarakat waspada dan tidak mandi berenang di laut atau sungai dan perairan di kawasan pelabuhan di Kualatungkal. Kapolres Tanjungjabung AKBP Guntur Saputro S.Ik MH melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) IPTU Agung Heru Wibowo, SH, MH mengeluarkan himbauan."

“Himbaun telah kita pasang di tiga Pelabuhan yang kerap digunakan oleh anak-anak dan remaja sebagai tempat mandi dan berenang. Diantaranya di Pelabuhan LASDP Areal Water Front City, Pelabuhan Ampera dan Pelabuhan Pelindo Marina Batam,” kata IPTU Agung, Sabtu (18/01) dalam keterangan persnya pada media di Kualatungkal.

Menurut IPTU Agung, Kapolres Tanjungjabung Barat berinisitiap mengeluarkan papan himbauan agar tidak terulang kecelakaan serupa terhadap warga lain, untuk diminta warga tidak mandi dan berenang disepanjang Sungai Pangabuan khususnya wilayah Pelabuhan, sangat beresiko dan berbahaya.

“Selain itu aktifitas mereka melakukan mandi berenang tanpa pengawasan, pengaman, dan tentunya bukan kalangan profesional, jadi kami dengan tegas melarang anak anak untuk mandi mandi di sana,” sebut Agung, mengakhiri keterangannya. (ifa)