KUALATUNGKAL-Setelah terbentuknya Forum PUSPA ( Partipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak ) Tanjungjabung Barat tahun lalu, lembaga tersebut dalam eksistensinya memberikan fokus perhatian terhadap permasahan anak dan perempuan didaerah ini dan siap melaksanakan program kerja sesuai amanah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI sebagaimana Permen PPPA Nomor 2 tahun 2017 tentang PP dan PA.
Menurut pantauan Halo Jambi Selasa (27/1) di ruang Aula Kantor DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tanjungjabung Barat di Kualatungkal, untuk pertama kalinya sejak Forum PUSPA dibentuk adalah merupakan wadah yang mencermati permasalahan perempuan dan anak ini, mengelar rapat pertemuan yang dihadiri seluruh anggota Forum PUSPA Tanjungjabung Barat yang difasilitasi oleh Dinas P3APP2KB selaku instansi terkait.
Kepala Dinas P3AP2KB Tanjungjabung Barat Drs. Muhammad Yunus dalam kata sambutannya saat membuka kegiatan rapat kerja Forum PUSPA mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mendukung Forum PUSPA selaku lembaga yang dicetuskan oleh Kementerian PPA RI, dimana forum ini dimaksud sebagai wadah koordinasi dan konsultatif berbagai unsur Lembaga Masyarakat, Media dan Dunia Usaha yang peduli terhadap perempuan dan anak."Terkait Puspa kami dari Dinas P3AP2KB terkait Forum PUSPA akan mendukung program dan mitra partisipasi Ormas, Media di masyarakat kedepannya diharapkan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan dan anak, sehingga di Tanjungjabung Barat kekerasan terhadap anak dan perempuan menurun," ungkap Yunus.
Dalam mewujudkan bentuk kepedulian dan upaya perlindungan terhadapan ancaman dan bahaya tindakan kekerasan dan eksploitasi terhadap perempuan dan anak pemerintah daerah melalui Dinas P3AP2KB Tanjungjabung Barat dikatakan Yunus pihak akan mendirikan rumah perlindungan anak dan perempusn." Kami akan membentuk rumah perlindungan anak dan perempuan, lokasinya sudah kami siapkan, tinggal lagi operasionalnya, disamping itu dua tugas pokok kami lainnya itu KB dan Pengendalian Penduduk tetap akan berjalan seiring dengan bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak," ujarnya.
Mengakhiri kata sambutan M Yunus mengatakan pihaknya telah mengajukan usulan rencana pengukuhan kepengurusan Forum PUSPA Tanjungjabung Barat," Kita telah merencanakan dalam waktu dekat ini pengukuhan Forum PUSPA oleh Pak Bupati,' sebut Yunus.
Kepada peserta rapat Forum PUSPA yang hadir Kepala Seksi Perlindungan Perempuan Siti Novita memaparkan sekilas pandang tentang Forum PUSP yang disebutnya keberadaan Forum PUSPA ditingkat Provinsi Jambi hadir sejak tahun 2017, lalu menyusul pembentukan Forum PUSPA dalam wilayah kabupaten/kota se Provinsi Jambi.”Untuk Forum PUSPA Tanjungjabung Barat itu kita bentuk tahun lalu 2019 melalui SK (Surat Keputusan) Kadis P3AP2KB tertanggal 1 November 2019," ujar Novita.
Lebih lanjut mengungkap tentang keberadaan Forum PUSPA Novita mengatakan Forum PUSPA adalah suatu wadah sinergitas antara Kementerian PPPA, Dinas PPPA, Lembaga Masyarakat, Organisasi Keagamaan, Lembaga Profesi, Dunia Usaha, Media serta Akademisi dalam rangka menangani persoalan dan meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak.
Saat memimpin jalannya kegiatan rapat yang berlangsung Ketua Forum PUSPA Tanjungjabung Barat Hj. Romi Amir menyampaikan beberapa hal yang disikapinya untuk diterapkan dalam program kerja Forum PUSPA guna lembaga ini mampu memberi peran terbaiknya didalam melindungi anak dan perempuan." Kita bermitra dengan perusahaan dari Dunia Usaha serta perangkat desa untuk terpenuhi sinergitas semua pihak guna Forum PUSPA memiliki kekuatan dan dukungan untuk lebih pro aktif melindungi dan untuk memperjuangan kesejahteraan Perempuan dan anak serta satu hal yang mendasar yang perlu disampaikan adalah sesuai kafasitas yang dimiliki Forum PUSPA," ungkap Hj. Romi
Guna mengingatkan misi besar yang diemban Forum PUSPA Hj. Romi mengatakan sasaran aksi pertama Forum ini adalah mengajak masyarakat untuk lebih pro aktif secara bersama meningkatkan kepedulian sosial dengan menperhatikan permasalahan anak dan perempuan." Sasaran aksi pertama kita turun ke masyarakat, kita punya tanggungjawab guna melindungi anak dan perempuan kesempatan yang diberikan Allah dimanfaatkan agar persoalan anak dan perempuan, diantaranya KDRT dan lainnya teratasi melalui keterlibatan semua pihak," sebutnya.
Kegiatan rapat pertemuan Forum PUSPA hari itu berakhir setelah seluruh peserta mengadakan sesi photo bersama Ketua Forum PUSPA Tanjungjabung Barat Hj Romi.(ifa)