KUALATUNGKAL - Pemkab Tanjungjabung telah memiliki kesiapan dalam menghadapi perhelatan Akbar penyelenggaraan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur'an) tingkat Provinsi Jambi selaku tuan rumah event relegius tersebut. Bahkan sejak tahun lalu otoritas pemerintah daerah telah mempersiapkan lahan lebih dari 2 hektar di Desa Tungkal 1, areal tersebut hasil hibah personal masyarakat guna mendukung terselenggaranya kegiatan bernuansa Islami ini.

Sekretaris Daerah Tanjungjabung Barat Agus Sanusi yang dikonfirmasi Halo Jambi News melalui Kabag Kesra dan Keagamaan Hidayat Kasuma pekan lalu di ruang kerjanya mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menggelar beberapa kali agenda rapat koordinasi terkait kesiapan daerah ini selaku penyelenggara MTQ tingkat Provinsi Jambi." Kami sudah rapat bersama yang dipimpin oleh Pak Sekda akhir Desember tahun lalu di ruang aula Bappeda, lalu pada awal dan pertengahan Januari digelar rapat terbatas yang dipimpin oleh Pak Sekda, saat itu Pak Sekda hanya mengarahkan masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Kerja Daerah) guna memberikan partipasi dan perannya dalam penyelenggaraan MTQ tahun depan dengan daerah ini selaku tuan rumah, namun belum ada dibentuk panitia," ungkap Hidayat.

Sementara itu terkait alokasi anggaran penyelenggaraan MTQ tahun depan Hidayat mengaku penggunaan anggaran pembiayaan kegiatan MTQ tidak terfokus kepada satu instansi saja namun tersebar pada setiap OPD terkait sesuai tugas dan fungsinya " Karena menurut Pak Sekda anggaran pembiayaan kegiatan MTQ jangan6 "membengkak" di Bagian Kesra dan Keagamaan saja, namun menyebar sesuai kafasitas masing-masing OPD selaku instansi terkait yang mendukung kegiatan MTQ, sesuai tugas dan fungsi," ujarnya.

Persiapan lahan lokasi arena utama MTQ tingkat Provinsi Jambi menurut Hidayat sejak tahun lalu telah dilaksanakan kegiatan pembukaan dan pematangan lahan dengan meratakan pemukaan tanah dari semak belukar dan pepohonan diatas menggunakan alat berat dan siap dilaksanakan pembangunan arena utama MTQ dan penyediaan fasilitas dan sarana pendukung lainnya diareal tersebut." Ketersediaan lahan untuk pembangunan arena MTQ merupakan lahan hibah masyarakat yang diserahkan kepada Pak Bupati yaitu atas nama Pak Wahyu Sumedi Pak H Manan yang secara suka rela dan ikhlas menyerahkan lahan mereka dihibahkan kepada pemerintah daerah guna pemanfaatan kegiatan relegius diatas lahan tersebut, dalam perjanjian hibah disebutkan Pemkab akan membangun Masjid, arena utama MTQ, panggung VIP bagi pejabat dan mimbar tilawah untuk dewan hakim, dan akan disiapkan berbagai fasilitas lainnya. Namun lahan ini tidak seluruhnya lahan hibah masyarakat, sebab ada terdapat juga sebagian juga milik Pemkab, luasnya jika digabung dengan tanah Pemkab mencapai 2,6 hektar. ” sebut Hidayat.

Setelah pelaksanaan MTQ selesai menurut Hidayat eks arena MTQ kelah akan dimanfaatkan sebagai tempat pusat kegiatan relegius." Rencana Pak Bupati selain dibangun Masjid Pemkab di tempat ini nantinya akan dibangun rumah tahviz dan tempat kegiatan manasik haji, semoga tidak ada perubahan kebijakan setelah periode pemerintahan berganti, in shaa Allah bangunan telah siap nantinya, dengan siapapun kepala daerah di 2021 mendatang, semoga semua berjalan lancar," tuturnya.

Pembangunan Insfrastruktur yang mendukung pelaksanaan MTQ 2021 oleh Dinas PU dikatakan Hidayat telah teralokasikan anggarannya sejak tahun lalu sehingga secara bertahap menuju pelenggaraan event MTQ 2021 dapat terlaksana secara simultan.' Pak Sekda secara umum telah memberikan gambaran bagaimana kita seharusnya melakukan persiapan secara bertahap dan terencana dengan baik, agar syiar keagamaannya tersampaikan melalui pelaksanaan kegiatan MTQ itu nanti, sehingga bisa bekerja sesuai batas kewenangan kita dan melaksanakannya secara simultan," kata Hidayat menutup keterangannya.(ifa).